
Enam perusahaan tambang batu bara hentikan kegiatan

Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Sebanyak enam perusahaan tambang batu bara di Bengkulu hingga saat ini menghentikan kegiatannya akibat harga batu bara di pasaran internasional turun.
Keenam tambang batu bara yang tidak beroperasi itu berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dengan kandungan batu bara di bawah 6.000 cal per ton, kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu Karyamin, Selasa.
Ia menjelaskan, perusahaan tambang batu bara yang aktif melakukan eksploitasi tercatat 18 perusahaan, namun enam di antaranya sudah mengehentikan kegiatannya.
Bagi perusahaan batu bara yang masih berjalan sekarang ini hanya bertahan untuk tidak menghentikan karyawannya, terutama perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Sedangkan perusahaan tambang batu bara di Bengkulu Utara masih beroperasi antara lain PT Injatama dan PT Firman Ketahun, perusahaan lainnya sudah tidak beroperasi.
"Kami menyarankan kepada perusahaan tambang batu bara yang masih beroperasi tetap menggunakan bahan bakar minyak nonsubsidi sesuai imbauan pemerintah," ujarnya.
Bila ternyata masih ada perusahaan tambang batu bara menggunakan BBM subsidi izin kuasa pertambangannya akan di tunda untuk dilakukan perpanjangan, tandasnya.
Manager angkutan batu bara Bengkulu Sapran Junaidi mengatakan, sejak beberapa perusahaan mengehentikan kegiatannya jumlah stok batu bara di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berkurang.
Padahal pemerintah daerah pada 2013 mentargetkan akan mengapalkan batu bara sebanyak lima juta ton, program itu sangat tipis untuk terealisasi karena dampak harga nasional anjlok.
"Kalau menjual batu bara pada pasaran lokal tidak bisa menutupi biaya operasional dan gaji karyawan, dengan demikian pengusaha berupaya mencari pasaran ke luar negeri," ujarnya.
Pewarta: Oleh Zulkifli Lubis
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
