
Warga OKU diminta waspada luapan Sungai Wal

Baturaja (ANTARA) - Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan diminta untuk mewaspadai luapan Sungai Wal yang berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Januar Efendi di Baturaja, Senin, mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dikhawatirkan menyebabkan luapan air Sungai Wal hingga menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.
"Sungai Wal ini sangat rentan meluap jika hujan deras dan berlangsung lama sehingga harus diwaspadai bersama," katanya.
Dia mengemukakan, selama periode Mei 2026, pihaknya mencatat dua kali terjadi luapan air Sungai Wal hingga menimbulkan banjir merendam ratusan rumah penduduk di tiga desa di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Tiga desa tersebut meliputi Desa Tanjung Manggus, Gunung Meraksa dan Desa Lunggaian yang letaknya dekat dengan aliran Sungai Wal.
"Oleh sebab itu masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan," tegasnya.
Sebagai upaya antisipasi, lanjut dia, saat ini pihaknya meningkatkan pengawasan di daerah rawan bencana dengan menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau titik-titik kritis, terutama permukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai.
Selain faktor alam, tersumbatnya saluran drainase di beberapa titik permukiman juga teridentifikasi sebagai faktor yang memperparah durasi genangan.
"Kami menyiagakan personel 1x24 jam untuk memantau debit air Sungai Ogan dan Sungai Wal," tegasnya.
Petugas di lapangan juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi mandiri seperti membersihkan saluran air agar tidak menimbulkan genangan jika turun hujan dalam waktu lama.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
