Logo Header Antaranews Sumsel

Delapan daerah di Sumsel belum tetapkan status siaga karhutla

Senin, 11 Mei 2026 21:24 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan M Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai media di Palembang pada Senin (11/5/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat masih ada delapan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu yang belum menetapkan status siaga menghadapi musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana di Palembang, Senin, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah meminta seluruh daerah rawan karhutla segera menetapkan status siaga sebagai langkah antisipasi dini.

"Delapan daerah itu, Kabupaten Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan," katanya.

Pemerintah menargetkan seluruh daerah rawan karhutla di Sumsel telah menetapkan status siaga paling lambat pada Mei 2026 agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Agar mempermudah koordinasi dan penanggulangan bencana karhutla di wilayah masing-masing. Kita harapkan Mei ini sudah semua menetapkan status siaga karhutla,” ujarnya.

Ia menjelaskan penetapan status siaga penting untuk mendukung berbagai langkah pencegahan, mulai dari patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

Perhatian pemerintah pusat terhadap ancaman karhutla tahun ini juga cukup besar. Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyebut Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla.

Selain itu, Sumsel juga mendapatkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari pemerintah pusat yang dimulai sejak 5 Mei 2026 selama 10 hari guna memantau dan memaksimalkan potensi hujan di wilayah tersebut.

Untuk mendukung penanganan karhutla, Sumsel juga akan menerima bantuan empat unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dukungan satgas udara di awal akan ada bantuan dari BNPB empat unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlah unit helikopter ini akan menyesuaikan dengan kondisi karhutla Sumsel,” kata Iqbal.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026