Angkutan batu bara Sumsel masih andalkan kereta api

id angkutan batu bara

Angkutan batu bara Sumsel masih andalkan kereta api

PT.Kereta Api di Sumsel layani pengangkutan batu bara dari lokasi tambang PT.BA di Kabupaten Muara Enim ke Palembang dan Lampung. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)

...Awal penambangan dalam kelompok proyek pengembangan pengangkutan batu bara kereta api (KP3BAKA), kereta api disepakati sebagai angkutan utama batu bara...
Palembang, (ANTARA News) - Angkutan batu bara di Sumatera Selatan hingga saat ini masih tetap mengandalkan jasa kereta api, karena dinilai paling murah, cepat dengan sedikit resiko.

Letak kandungan batu bara jauh dari pusat kota dan pelabuhan/dermaga. Sangat mahal, lama dan beresiko jika menggunakan moda trasportasi darat seperti truk atau trailer, sehingga dipilih angkutan jasa layanan kereta api.

Sehubungan hal tersebut, awal penambangan dalam kelompok proyek pengembangan pengangkutan batu bara kereta api (KP3BAKA), kereta api disepakati sebagai angkutan utama batu bara, kata Ka Humas PT Kereta Api Divisi Regional (PT KAI-Divre) III Sumatera Selatan, Jaka Jarkasih, di Palembang, Jumat.

Dikemukakannya, angkutan kereta api batu bara rangkaian panjang atau dikenal "ka babaranjang" disepakati menjadi angkutan utama dari mulut tambang di Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim menuju pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Kertapati (Sumsel).

Menurut dia, proyek KP3AKA dimulai tahun1982, dan penambangan dilakukan PT Bukit Asam (PTBA), serta pengangkutan dipercayakan kepada PTKA Divisi Regional III Sumsel.

Kereta Api (ka) batu bara Tanjung Enim - Tarahan, lebih dikenal ka babaranjang, dinamakan demikian, karena memang ka ini rangkaiannya termasuk terpanjang di Indonesia yaitu hingga 46 gerbong ditarik dua lokomotif berkekuatan cukup besar, katanya.

Dijelaskannya, ka babaranjang beroperasi dari tambang batu bara di Tanjung Enim ke pembongkarannya di pelabuhan Tarahan (Provinsi Lampung) sejauh 419 kilometer lebih, dan saat ini terdapat 14 ka beroperasi mengangkut salah satu komoditas hasil pertambangan tersebut.

Mengenai potensi ka babaranjang bagi perkeretaapian Sumsel, menyumbang pendapatan bagi Divre III, ditambah lagi angkutan barang lainnya, kata dia.

Ia memperkirakan, hampir 60 persen pendapatan angkutan barang, perusahaan tersebut disumbang dari ka babaranjang.

Potensi cadangan batu bara di Sumsel mencapai 22,24 miliar ton, hingga saat ini produksi batu bara kisaran 10 juta hingga 12 juta ton per tahun.

Dikatakannya, batu bara yang diangkut dari mulut tambang Tanjung Enim ke Tarahan sebagian besar digunakan energi pembangkit listrik tenaga uap di Suralaya, sebagian lagi dipasok ke dermaga Kertapati (Sumsel), untuk keperluan ekspor.

Sementara, ka babaranjang Divre III Sumsel menggunakan gerbong berjenis KKBW dengan muatan maksimum 50 ton batu bara tiap gerbong.

Sedangkan lokomotif tersedia 49 unit dan hanya dioperasikan menarik ka babaranjang, seluruhnya dalam kondisi siap operasi.

Tingkatkan Kapasitas Angkut

Perusahaan perkeretaapian tersebut, melihat dari cadangan batu bara yang tersedia masih cukup besar, berdampak pada pertumbuhan permintaan angkutan salah satu komoditas hasil pertambangan itu.

Perusahaan tersebut, akan berupaya meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, yakni dengan membangun dan melengkapi infrastruktur pendukung.

Pihak perusahaan jasa layanan umum salah satu angkutan darat tersebut terus berupaya melengkapi kapasitas pendukung, seperti membangun jalan kereta api (ka) dua jalur dari mulut tambang di Tanjung Enim, menuju Stasiun Kertapati dan Tarahan termasuk penambahan rangkaian gerbong dan lokomotif baru.

Pihak perusahaan tersebut untuk menuju pencapaian angkutan batu bara 22,7 juta ton di tahun 2014, mulai membangun jalan ka dua jalur, sehingga nantinya lalu lintas kereta babaranjang tidak terganggu dengan kereta penumpang dan barang lainnya.

Ia menambahkan, dengan selesainya pembangunan jalan ka dua jalur tersebut, nantinya perjalanan ka babaranjang tidak akan terganggu, karena sudah ada jalan khusus.

Pembangunan jalan ka dua jalur tersebut tahap I sudah dimulai sejak tahun lalu dari Stasiun Prabumulih ke Stasiun Penimur sepanjang 20 kilometer (km) sudah selesai.

Selanjutnya diteruskan pembangunan tahap II dari Stasiun Gunung Megang ke Muaraenim sepanjang 30 km, dan tahap III dari Penimur ke Stasiun Gunung Megang sehingga totalnya sepanjang 80 km, katanya.

Menurut dia, pembangunan jalan ka dua jalur tersebut hingga sekarang baru selesai dikerjakan sepanjang total 50 km, berarti masih ada sisa 30 km lagi yang harus diselesaikan tahap III nanti.

Upaya lainnya, kata dia, adalah pihak perusahaan akan menambah 570 unit gerbong dengan enam lokomotif CC 205, termasuk pembangunan enam unit stasiun baru dengan pola mengoperasikan 60 gerbong per rangkaian mulai Juni 2011 lalu.

Divisi Regional Sumatera Selatan adalah lumbung dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), karena adanya angkutan babaranjang yang selama ini adalah primadona terus dibenahi dalam pengelolaan operasionalnya.

Program Pemprov Sumsel

Sementara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan jalan ka dua jalur tersebut adalah sejalan dengan program pemerintah provinsi.

Pemerintah provinsi sejak lama telah memprogramkan pembangunan jalan ka dua jalur dengan dukungan proyek pelabuhan laut Tanjung Api-Api yang berlokasi di wilayah Kabupaten Banyuasin, atau sekitar 90 km dari pusat Kota Palembang.

Program proyek pembangunan jalan ka dua jalur dan pelabuhan laut tersebut, tujuannya antara lain untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara hingga puncaknya mencapai 100 juta ton per tahun secara bertahap, kata gubernur.

Gubernur Alex Noerdin, setiap kesempatan selalu menyinggung masalah pembangunan jalan ka dan pelabuhan tersebut, karena selama ini produksi batu bara yang dihasilkan melalui perusahaan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) di mulut tambang Tanjung Enim baru rata-rata kisaran 12 juta ton per tahun.

"Jadi bila hanya mengandalkan angkutan kereta api dan mobil truk dengan dukungan infrastruktur seperti sekarang ini, jumlah cadangan batu bara itu ratusan tahun baru habis, jika tidak diupayakan dengan parogram khusus seperti membangun pelabuhan laut dan jalan ka dua jalur," katanya lagi.

Sementara, kondisi perkembangan pembangunan pelabuhan penyeberangan dari Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin (Sumsel) ke Pulau Bangka-Belitung (Babel) itu sudah hampir rampung yang diharapkan akhir Januari 2012 diresmikan pemakaiannya.

Lebih lanjut gubernur Alex Noerdin, menambahkan bahwa kehadiran pelabuhan tersebut selain dapat meningkatkan kapasitas produksi batu bara dan jenis komoditas lainnya seperti karet, minyak sawit mentah (CPO) termasuk bubur kertas, juga akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat setempat.

Lokasi pelabuhan laut tersebut, juga akan dijadikan kawasan industri, seperti pembangunan pabrik pupuk PT Pusri baru dan pabrik alumunium yang bahan baku energinya menggunakan batu bara, sehingga diyakini akan mampu menyerap tenaga kerja baru 100 ribu orang lebih.

Ia berharap, dengan selesainya pembangunan pelabuhan laut tersebut yang didukung infratruktur jalan ka dan jalan raya memadai, kapasitas produksi batu bara dan produk lainnya akan dapat terus ditingkatkan, sekaligus memperluas lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat.(ANT-M033)

Pewarta :
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar