Baturaja (ANTARA) - Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memasang stiker saluran telepon langsung bantuan polisi yang ditempel di kendaraan umum untuk memastikan perjalanan mudik Lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar.

"Stiker Hotline Mudik Polri 110 ini ditempel di kendaraan umum mulai dari travel hingga bus AKAP," kata Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni melalui Kasi Humas AKP Ibnu Holdon di Baturaja, Minggu.

Stiker hotline 110 yang dipasang mengusung slogan “Mudik Aman, Keluarga Nyaman” yang mencerminkan komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman bagi para pemudik.

Dia mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan darurat selama perjalanan mudik ke kampung halaman.


"Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman mereka," tegasnya.

Dengan adanya pemasangan stiker di kendaraan umum, masyarakat diharapkan lebih sadar dan memahami keberadaan layanan darurat hotline 110 yang bisa diakses dalam situasi genting.

Holdon menjelaskan, layanan Hotline Mudik Polri 110 adalah nomor darurat yang bisa digunakan masyarakat saat menghadapi berbagai kejadian selama perjalanan mudik seperti kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, ataupun gangguan keamanan lainnya.

Dengan tersedianya layanan ini, masyarakat dapat segera melaporkan kejadian yang memerlukan tindakan cepat dari pihak kepolisian setempat.

"Pemasangan stiker ini dilakukan di terminal-terminal dan berbagai lokasi strategis lainnya di wilayah hukum Polres OKU," ujarnya.

Selain menempel stiker pada kendaraan umum, lanjut dia, petugas juga melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan mudik ke kampung halaman.

"Terutama para sopir angkutan umum harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh," tegas dia.


Pewarta : Edo Purmana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2025