Muara Enim luncurkan Integrasi Layanan Primer
Selasa, 24 Desember 2024 7:34 WIB
Pj Bupati Muara Enim H Henky Putrawan meluncurkan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Muara Enim, Kamis sore (18/12) bertempat di Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Puskesmas Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, (ANTARA/HO/Diskominfo)
Palembang, Sumsel (ANTARA) - Pj Bupati Muara Enim H Henky Putrawan meluncurkan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Muara Enim, Kamis sore (18/12) bertempat di Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Puskesmas Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat,
Adapun dalam implementasi, ILP sendiri berfokus pada tiga hal yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat dengan dashboard situasi kesehatan pada aplikasi e-Puskesmas.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Eni Zatila, Pj Bupati menyampaikan bahwa integrasi layanan primer ini merupakan suatu tatanan baru pada pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas, yang mana pelayanan Kesehatan ditata berdasarkan siklus kehidupan bagi
individu, keluarga dan masyarakat dengan sasaran ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja serta usia dewasa sampai lansia.
Melalui implementasi ILP ini nantinya masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan terpadu, sehingga lebih mudah untuk di akses oleh masyarakat.
Untuk itu, Pj Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim atas telah diluncurkannya integrasi layanan primer seraya berharap program ini dapat segera diimplementasikan di 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Ia optimis dengan tatanan manajemen pelayanan kesehatan yang baru, diiringi dengan fasilitas yang memadahi, serta tenaga kesehatan yang berkompeten, maka pelayanan kesehatan di Kabupaten Muara Enim dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan.
Adapun dalam implementasi, ILP sendiri berfokus pada tiga hal yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat dengan dashboard situasi kesehatan pada aplikasi e-Puskesmas.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Eni Zatila, Pj Bupati menyampaikan bahwa integrasi layanan primer ini merupakan suatu tatanan baru pada pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas, yang mana pelayanan Kesehatan ditata berdasarkan siklus kehidupan bagi
individu, keluarga dan masyarakat dengan sasaran ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja serta usia dewasa sampai lansia.
Melalui implementasi ILP ini nantinya masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan terpadu, sehingga lebih mudah untuk di akses oleh masyarakat.
Untuk itu, Pj Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim atas telah diluncurkannya integrasi layanan primer seraya berharap program ini dapat segera diimplementasikan di 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Ia optimis dengan tatanan manajemen pelayanan kesehatan yang baru, diiringi dengan fasilitas yang memadahi, serta tenaga kesehatan yang berkompeten, maka pelayanan kesehatan di Kabupaten Muara Enim dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan.
Pewarta : Pewarta Sumsel
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Muara Enim ungkap kasus pembunuhan seorang wanita di kebun karet Desa Gaung Asam
20 February 2026 20:12 WIB
Seorang anggota DPRD Muara Enim terjaring OTT Kejati Sumsel, terkait kasus jaringan irigasi
19 February 2026 4:15 WIB
BPBD Muara Enim salurkan bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Rami Pasai
15 February 2026 11:35 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Penyebab kematian pekerja migran asal Palembang di Kamboja tunggu hasil autopsi
06 March 2026 18:18 WIB
Pemkab OKU berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 7.433 pekerja non-ASN di 2026
06 March 2026 4:40 WIB