
Jalan alternatif disiapkan di jalur mudik OKU Selatan

Muaradua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan menyiapkan jalan alternatif di jalur mudik wilayah setempat untuk menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Sekretaris Daerah Pemkab OKU Selatan M Rahmattullah di Muaradua, Rabu, mengatakan bahwa jalur mudik di wilayah setempat mulai dipetakan seiring mendekatnya puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada 16 Maret 2026.
Fokus otoritas keamanan kali ini bukan sekadar mengurai kemacetan di pusat Kota Muaradua, melainkan mengantisipasi kerawanan jalur Sumatera yang kerap dihantam cuaca ekstrem.
Curah hujan tinggi di wilayah perbukitan menjadi variabel pengganggu yang bisa memutus akses mobilisasi warga kapan saja.
"Tantangan geografis di OKU Selatan menuntut kesiapan tim BPBD dan Dinas PUPR untuk bersiaga di lokasi rawan bencana," katanya.
Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu jalur utama lumpuh total akibat banjir dan longsor.
Pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan Polres OKU Selatan untuk pembangunan pos pengamanan (pospam yang tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga pusat layanan kesehatan sekaligus lokasi pemeriksaan kelaikan pengemudi.
Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah jalur mudik di wilayah setempat dipetakan rawan longsor saat cuaca ekstrem sehingga harus diwaspadai bersama guna mengantisipasi korban jiwa.
Adapun jalur mudik di OKU Selatan yang dipetakan rawan longsor mulai dari Kota Muaradua ke Kecamatan Buay Sandang Aji, dan Muaradua menuju kawasan wisata Danau Ranau.
Sepanjang jalur tersebut merupakan daerah perbukitan dan dataran tinggi yang rawan longsor sehingga para pengendara harus waspada saat melintas guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebagai upaya penanggulangan, pihaknya telah mendirikan posko siaga banjir dan tanah longsor agar jika terjadi bencana alam dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Ratusan personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor, termasuk pohon tumbang.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
