Logo Header Antaranews Sumsel

Rusia: Isu Palestina merupakan inti krisis Timur Tengah

Sabtu, 11 April 2026 19:57 WIB
Image Print
Warga Palestina, termasuk anak-anak, mengantre di depan toko roti untuk membeli roti di lingkungan Rimal, Kota Gaza, Palestina pada 8 April 2026. Warga Palestina terpaksa mengantre panjang setiap hari untuk membeli roti karena kekurangan bahan bakar, gas, dan tepung yang parah akibat pembatasan yang diberlakukan, serta keterbatasan masuknya bantuan kemanusiaan. ANTARA/Saeed M. M. T. Jaras/Anadolu/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (11/4) mendesak komunitas internasional agar isu Palestina tidak diabaikan di tengah situasi yang berkembang cepat di Timur Tengah.

Juru bicara kementerian itu, Maria Zakharova, mengatakan bahwa mengabaikan "isu inti" dan menggantinya dengan solusi sementara atau menunda penyelesaiannya, akan memicu berlanjutnya siklus kekerasan dan konfrontasi.

Ia menegaskan bahwa isu Palestina merupakan "inti krisis Timur Tengah" dan memperingatkan agar tidak terpinggirkan oleh dinamika politik dan militer saat ini.

Menurutnya, mengesampingkan isu tersebut dari agenda regional berisiko menyebabkan destabilisasi jangka panjang dengan dampak global.

Zakharova juga menyoroti situasi yang memburuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang dinilai melemahkan upaya mencapai solusi dua negara.

Ia kembali mendesak komunitas internasional untuk memprioritaskan penyelesaian isu Palestina dan memperkuat kerja sama.

Rusia, katanya, akan terus mendorong solusi politik dan diplomatik bagi konflik tersebut.

Sumber: WAFA



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026