Kemendikbudristek: Lulusan perguruan tinggi tak jaminan peroleh kerja
Kamis, 30 Mei 2024 14:57 WIB
Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat melihat informasi tentang dunia kerja yang bermitra dengan program MBKM di Padang, Kamis (30/5/2024). Antara/Fandi Yogari).
Padang (ANTARA) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan lulusan perguruan tinggi tidak serta merta menjadi jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.
"Saat ini lulusan perguruan tinggi saja itu tidak bisa dijadikan jaminan bahwa seseorang itu bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis.
Apalagi, kata dia, dengan adanya disrupsi teknologi maka menuntut setiap lulusan perguruan tinggi dapat beradaptasi sesuai kebutuhan teknologi dan dunia kerja.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjutnya, Kemendikbudristek melahirkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini memberikan peluang yang menghubungkan langsung antara mahasiswa dengan dunia kerja.
"Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus selama dua semester. Setelah itu mahasiswa kami harap mendapatkan kompetensi tambahan," ujar Prof Tjitjik melalui tayangan video.
Menurut dia, pengalaman selama dua semester di luar kampus bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa setelah menamatkan pendidikan tinggi untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Pengalaman di berbagai perusahaan selama mengikuti Program MBKM akan mematangkan diri setiap mahasiswa. Sebab konsep dunia kerja, kata dia, tidak sama persis dengan materi yang didapatkan mahasiswa selama berkuliah.
"Pengalaman belajar di luar kampus ini membantu menyiapkan mahasiswa untuk mengidentifikasi kompetensi tambahan, termasuk memperbaharui kompetensi yang ada sehingga mahasiswa lebih siap ketika lulus," katanya.
Berdasarkan penelusuran studi terhadap lulusan yang sebelumnya mengikuti Program MBKM saat kuliah, Kemendikbudristek mengungkapkan bahwa lulusan tersebut lebih cepat mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan yang tidak mengikuti program itu.
Bahkan, kata dia, gaji para alumni Program MBKM yang bekerja di suatu perusahaan tertentu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan gaji para lulusan yang sama sekali tidak mengikuti MBKM.
"Ini menunjukkan Program MBKM bisa menambah kompetensi anda dalam menyiapkan diri siap terjun ke dunia kerja," kata Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: Lulusan perguruan tinggi tak jaminan dapat kerja
"Saat ini lulusan perguruan tinggi saja itu tidak bisa dijadikan jaminan bahwa seseorang itu bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis.
Apalagi, kata dia, dengan adanya disrupsi teknologi maka menuntut setiap lulusan perguruan tinggi dapat beradaptasi sesuai kebutuhan teknologi dan dunia kerja.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjutnya, Kemendikbudristek melahirkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini memberikan peluang yang menghubungkan langsung antara mahasiswa dengan dunia kerja.
"Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus selama dua semester. Setelah itu mahasiswa kami harap mendapatkan kompetensi tambahan," ujar Prof Tjitjik melalui tayangan video.
Menurut dia, pengalaman selama dua semester di luar kampus bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa setelah menamatkan pendidikan tinggi untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Pengalaman di berbagai perusahaan selama mengikuti Program MBKM akan mematangkan diri setiap mahasiswa. Sebab konsep dunia kerja, kata dia, tidak sama persis dengan materi yang didapatkan mahasiswa selama berkuliah.
"Pengalaman belajar di luar kampus ini membantu menyiapkan mahasiswa untuk mengidentifikasi kompetensi tambahan, termasuk memperbaharui kompetensi yang ada sehingga mahasiswa lebih siap ketika lulus," katanya.
Berdasarkan penelusuran studi terhadap lulusan yang sebelumnya mengikuti Program MBKM saat kuliah, Kemendikbudristek mengungkapkan bahwa lulusan tersebut lebih cepat mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan yang tidak mengikuti program itu.
Bahkan, kata dia, gaji para alumni Program MBKM yang bekerja di suatu perusahaan tertentu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan gaji para lulusan yang sama sekali tidak mengikuti MBKM.
"Ini menunjukkan Program MBKM bisa menambah kompetensi anda dalam menyiapkan diri siap terjun ke dunia kerja," kata Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: Lulusan perguruan tinggi tak jaminan dapat kerja
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia peringkat dua dunia program pemberian makan di sekolah, capai 49 juta siswa
09 March 2026 12:35 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa gandeng Baznas susun program untuk masyarakat marginal
05 March 2026 4:39 WIB
KPPG Palembang ancam hentikan operasional SPPG yang tak miliki sertifikat laik higiene
04 March 2026 17:33 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Kawal program MBG, BPKP Sumsel dan Badan Gizi Nasional perkuat pengawasan di Palembang
03 March 2026 19:09 WIB
Libatkan ribuan relawan, LDII Sumsel jalankan program bersihkan 326 tempat ibadah
01 March 2026 3:26 WIB
Dian Sastrowardoyo dukung program mudik gratis untuk pemilik warung, cek rutenya!
27 February 2026 6:42 WIB