Kapolda Sumsel pastikan tidak ada penyekatan arus lalu lintas mudik
Jumat, 22 April 2022 18:49 WIB
Iring-iringan kendaraan aparat seusai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2022 di Komplek Pakri Palembang, Sumatera Selatan, Jumat. (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel)
Sumatera Selatan (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Irjen Pol Toni Harmanto memastikan tidak ada tindakan penyekatan lalu lintas seperti yang dilakukan tahun 2021 kemarin, selama arus mudik lebaran Idul Fitri 1443 H/ 2022 M ini.
Keterangan tersebut disampaikan Toni Harmanto saat dikonfirmasi awak media seusai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2022 di Komplek Pakri Palembang, Jumat.
“Kami lebih cenderung untuk tidak melakukan penyekatan hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran arus mudik,” kata dia.
Ia memastikan, meski demikian, aparat kepolisian beserta petugas terkait lainnya yang tergabung dalam Tim Operasi Ketupat Musi ini akan tetap memasifkan pemeriksaan protokol kesehatan kepada setiap pemudik sebagai upaya mitigasi penyebaran COVID-19.
Pemeriksaan protokol kesehatan tersebut dilakukan bukan di jalan raya melainkan saat pemudik berada di pusat pemberhentian kendaraan atau rest area.
“Sehingga dengan begitu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, dalam Operasi Ketupat Musi 2022 yang berlangsung pada 28 April – 9 Mei tersebut terdapat 3.578 aparat gabungan yang diterjunkan untuk memberikan pengamanan arus mudik di Sumsel.
Mereka terdiri dari 1.783 personel aparat kepolisian, 358 aparat TNI, dan 1.437 personel Satpol-PP, Badan SAR Nasional, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.
Selama operasi tersebut mereka disiagakan di sebanyak 87 pos arus mudik yang disebar beberapa kawasan yang berada di dalam kota Palembang dan kawasan seputar Jalan Lintas Sumatera (bagian Timur-Tengah) dan jalan Tol.
“Pos tersebut juga disediakan sebagai pusat informasi perjalanan, tempat layanan kesehatan, vaksinasi COVID-19 yang bisa digunakan pemudik untuk memudahkan perjalanannya,” kata dia.
Keterangan tersebut disampaikan Toni Harmanto saat dikonfirmasi awak media seusai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2022 di Komplek Pakri Palembang, Jumat.
“Kami lebih cenderung untuk tidak melakukan penyekatan hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran arus mudik,” kata dia.
Ia memastikan, meski demikian, aparat kepolisian beserta petugas terkait lainnya yang tergabung dalam Tim Operasi Ketupat Musi ini akan tetap memasifkan pemeriksaan protokol kesehatan kepada setiap pemudik sebagai upaya mitigasi penyebaran COVID-19.
Pemeriksaan protokol kesehatan tersebut dilakukan bukan di jalan raya melainkan saat pemudik berada di pusat pemberhentian kendaraan atau rest area.
“Sehingga dengan begitu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, dalam Operasi Ketupat Musi 2022 yang berlangsung pada 28 April – 9 Mei tersebut terdapat 3.578 aparat gabungan yang diterjunkan untuk memberikan pengamanan arus mudik di Sumsel.
Mereka terdiri dari 1.783 personel aparat kepolisian, 358 aparat TNI, dan 1.437 personel Satpol-PP, Badan SAR Nasional, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.
Selama operasi tersebut mereka disiagakan di sebanyak 87 pos arus mudik yang disebar beberapa kawasan yang berada di dalam kota Palembang dan kawasan seputar Jalan Lintas Sumatera (bagian Timur-Tengah) dan jalan Tol.
“Pos tersebut juga disediakan sebagai pusat informasi perjalanan, tempat layanan kesehatan, vaksinasi COVID-19 yang bisa digunakan pemudik untuk memudahkan perjalanannya,” kata dia.
Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AS sebut Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai target serangan
01 January 2026 19:12 WIB
Pemprov Sumsel bantu perbaikan 4.325 rumah tidak layak huni hingga November 2025
12 December 2025 6:54 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Perjanjian New START Berakhir, Indonesia desak AS-Rusia cegah perlombaan senjata nuklir
08 February 2026 9:36 WIB