Ledakan dan tembakan terdengar di RS militer Afghanistan, tak ada korban
Selasa, 2 November 2021 19:02 WIB
Seorang anggota pasukan Taliban berjaga di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, Minggu (3/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/HP/djo
Kabul (ANTARA) - Sedikitnya dua ledakan yang disusul tembakan terdengar di rumah sakit militer terbesar Afghanistan di Kabul, menurut saksi mata dan pejabat Taliban pada Selasa.
Juru bicara kementerian dalam negeri Qari Saeed Khosty mengatakan bahwa ledakan terjadi di pintu masuk rumah sakit Sardar Mohammad Daud Khan.
"Pasukan keamanan diterjunkan ke lokasi kejadian, tidak ada informasi mengenai korban," katanya via Twitter.
Foto-foto yang dibagikan oleh warga menunjukkan gumpalan asap membumbung di lokasi ledakan dekat bekas zona diplomasi di daerah Wazir Akbar Khan di Kabul tengah.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun kantor berita resmi Bakhtar yang mengutip saksi mata memberitakan bahwa sejumlah anggota ISIS memasuki rumah sakit dan bentrok dengan pasukan keamanan.
Ledakan itu menambah daftar serangan dan pembunuhan sejak Taliban menyempurnakan kemenangan mereka atas pemerintah sebelumnya yang didukung Barat pada Agustus, mencoreng klaim mereka untuk mengembalikan keamanan di Afghanistan pasca puluhan tahun perang.
Petugas kesehatan rumah sakit yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian mengaku telah mendengar ledakan besar yang disusul tembakan. Sekitar 10 menit kemudian, ada ledakan lagi yang lebih besar, ungkapnya.
Menurut petugas, tidak diketahui pasti apakah ledakan dan tembakan terjadi di dalam kompleks rumah sakit militer terbesar di Afghanistan tersebut.
Sumber: Reuters
Juru bicara kementerian dalam negeri Qari Saeed Khosty mengatakan bahwa ledakan terjadi di pintu masuk rumah sakit Sardar Mohammad Daud Khan.
"Pasukan keamanan diterjunkan ke lokasi kejadian, tidak ada informasi mengenai korban," katanya via Twitter.
Foto-foto yang dibagikan oleh warga menunjukkan gumpalan asap membumbung di lokasi ledakan dekat bekas zona diplomasi di daerah Wazir Akbar Khan di Kabul tengah.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun kantor berita resmi Bakhtar yang mengutip saksi mata memberitakan bahwa sejumlah anggota ISIS memasuki rumah sakit dan bentrok dengan pasukan keamanan.
Ledakan itu menambah daftar serangan dan pembunuhan sejak Taliban menyempurnakan kemenangan mereka atas pemerintah sebelumnya yang didukung Barat pada Agustus, mencoreng klaim mereka untuk mengembalikan keamanan di Afghanistan pasca puluhan tahun perang.
Petugas kesehatan rumah sakit yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian mengaku telah mendengar ledakan besar yang disusul tembakan. Sekitar 10 menit kemudian, ada ledakan lagi yang lebih besar, ungkapnya.
Menurut petugas, tidak diketahui pasti apakah ledakan dan tembakan terjadi di dalam kompleks rumah sakit militer terbesar di Afghanistan tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polrestabes Palembang beri vaksin typoid dan influenza ke 84 personel, pastikan kesehatan dalam bertugas
12 January 2026 22:07 WIB