Sumsel tingkatkan pencegahan kasus kekerdilan
Jumat, 26 Maret 2021 21:32 WIB
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya (ANTARA/Yudi Abdullah/21)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya meningkatkan pencegahan kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis.
"Sekarang ini masih cukup banyak ditemukan kasus 'stunting' (kekerdilan) pada anak terutama di daerah pelosok, melihat kondisi tersebut perlu ditingkatkan upaya pencegahan," kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan salah satu penyebab terjadinya kasus kekerdilan karena kurangnya asupan gizi dan protein yang baik mulai dari dalam kandungan dan masa balita.
Untuk mencegah kasus kekerdilan, pihaknya berupaya menggalakkan program gemar makan ikan karena kadar gizi dan protein pada ikan cukup tinggi dan harganya terjangkau.
Masyarakat di provinsi ini, kata dia, akan terus didorong untuk gemar mengonsumsi ikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi dan protein sehari-hari.
Dengan banyak mengonsumsi ikan, kata dia, selain dapat mengatasi masalah kekerdilan dan gangguan kesehatan lainnya, diharapkan pula dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah ini sesuai dengan target yang diharapkan.
Guna memotivasi masyarakat provinsi ini terus mengonsumsi ikan lebih banyak lagi agar tingkat konsumsi ikan bisa dipertahankan bahkan lebih tinggi, pihaknya berupaya lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan.
Manfaat mengonsumsi ikan, katanya, di antaranya dapat mengurangi depresi, mencegah terserang penyakit jantung, dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dapat mencerdaskan otak.
"Sekarang ini masih cukup banyak ditemukan kasus 'stunting' (kekerdilan) pada anak terutama di daerah pelosok, melihat kondisi tersebut perlu ditingkatkan upaya pencegahan," kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan salah satu penyebab terjadinya kasus kekerdilan karena kurangnya asupan gizi dan protein yang baik mulai dari dalam kandungan dan masa balita.
Untuk mencegah kasus kekerdilan, pihaknya berupaya menggalakkan program gemar makan ikan karena kadar gizi dan protein pada ikan cukup tinggi dan harganya terjangkau.
Masyarakat di provinsi ini, kata dia, akan terus didorong untuk gemar mengonsumsi ikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi dan protein sehari-hari.
Dengan banyak mengonsumsi ikan, kata dia, selain dapat mengatasi masalah kekerdilan dan gangguan kesehatan lainnya, diharapkan pula dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah ini sesuai dengan target yang diharapkan.
Guna memotivasi masyarakat provinsi ini terus mengonsumsi ikan lebih banyak lagi agar tingkat konsumsi ikan bisa dipertahankan bahkan lebih tinggi, pihaknya berupaya lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan.
Manfaat mengonsumsi ikan, katanya, di antaranya dapat mengurangi depresi, mencegah terserang penyakit jantung, dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dapat mencerdaskan otak.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN Sumsel tingkatkan literasi warga metode pengasuhan 1.000 hari pertama
01 December 2025 16:02 WIB
Pemprov Sumsel manfaatkan penyuluh kesehatan gencarkan edukasi cegah stunting
23 November 2025 6:25 WIB
PHE Ogan Komering perkuat ketahanan keluarga dan cegah stunting lewat program "Gen Smart" di Desa Mendala
04 November 2025 10:20 WIB