Muara Enim (ANTARA) - Wakil Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Sumarni meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajarannya bergotong royong menekan angka penyakit stunting untuk mencegah munculnya kasus baru.
"Stunting atau penyakit kekerdilan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk diatasi," kata Wabup Sumarni di Muara Enim, Kamis.
Dia mengatakan, data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Muara Enim mencapai 20,4 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) tahun 2024.
Sementara, hasil pemantauan melalui aplikasi e-PPGBM tahun 2025 mencatat terdapat sebanyak 512 kasus balita di Kabupaten Muara Enim mengalami stunting.
Menyikapi hal tersebut, Wabup menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari edukasi gizi, peningkatan sanitasi, hingga perubahan perilaku hidup sehat di tingkat keluarga.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari kader posyandu, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha untuk berperan aktif dalam gerakan pencegahan stunting.
"Dalam menekan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan terintegrasi," tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan Muara Enim untuk segera berkoordinasi dengan OPD terkait agar penyelesaian masalah seperti RTLH dan belum memiliki akses ke jamban sehat dapat segera teratasi.
"Saya optimistis dengan komitmen bersama dan pelaksanaan intervensi tepat sasaran yang dilakukan seluruh stakeholder terkait, angka stunting akan terus menurun secara signifikan setiap tahunnya," ujarnya.
Wabup Muara Enim Sumarni minta OPD gotong royong tekan stunting
Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni saat membuka kegiatan Publikasi Stunting Tahun 2025. ANTARA/HO-Diskominfo Muara Enim
