Bupati Banyuasin Askolani akan menikah sekaligus ngunduh mantu
Kamis, 13 Juni 2019 21:32 WIB
Bupati Banyuasin Askolani dan calon istri dr Sri Fitrianti memberikan keterangan pers usai prosesi lamaran di kediaman calon pengantin wanita di Jalan Macan Lindungan Palembang, Kamis (13/6). Bupati Askolani akan mengakhiri masa dudanya pada Jumat (28/6) mendatang dengan meminang seorang perempuan berprofesi dokter puskesmas. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/I016/19))
Palembang (ANTARA) - Bupati Banyuasin, Sumsel, Askolani yang akan mengakhiri masa dudanya selain melangsungkan akad dan resepsi pernikahannya dengan seorang wanita berprofesi dokter juga ngunduh mantu dengan prosesi adat lawas Banyuasin di Pangkalan Balai, Jumat (6/7) mendatang.
"Masyarakat akan bertanya mana adat asli Kabupaten Banyuasin, ini saat yang tepat untuk menampilkan adat lawas dari Banyuasin," ujar Askolani dijumpai wartawan usai prosesi lamarannya di Palembang, Kamis sore.
Ia memaparkan pada ngunduh mantu saat acara pernikahannya nanti akan ada adat timbang kepala kerbau yang sudah amat jarang dijumpai saat ini.
"Adat ini dilakukan untuk menghormati keluarga perempuan, sangat kaya secara filosofis," jelasnya.
Adat lainnya adalah arak-arakan yang akan diiringi musik tanjidor khas Banyuasin dimana masyarakat setempat maupun luar Banyuasin bisa menyaksikan langsung arak-arakan ini.
Musik Tanjidor sendiri dipastikan membuat arak-arakan ramai dan meriah.
Sebelum ngunduh mantu, bupati Askolani yang mempersunting dr Sri Fitrianto seorang dokter di Puskesmas Muara Telang Banyuasin akan melaksanakan prosesi akad nikah pada Jumat (28/6) dan resepsi di Hotel Whyndam OPI Palembang. Calon mempelai wanita dr Sri Fitrianti pada prosesi lamaran di kediaman calon pengantin wanita di Jalan Macan Lindungan Palembang, Kamis (13/6). . (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/I016/19)
Calon pengantin wanita dr Sri Fitrianti mengaku bahagia dengan rencana pernikahan ini.
Selaku calon istri bupati dan calon ibu sambung bagi kelima anak Askolani ia mengaku telah menyiapkan mental untuk itu semua.
"Harus siap mental karena ini pertama kalinya dan langsung jadi istri sekaligus ibu," ujar wanita muda yang akan tetap bertugas sebagai dokter di Puskesmas Muara Telang usai menikah nanti.
Wanita berusia 26 tahun itu juga mengakui sudah cukup dekat dengan kelima calon anaknya.
"Saya dan Fitri selama ini tidak pacaran, cuma anak-anak dan calon ibunya yang pedekate," tambah Askolani.
Ia juga mengatakan bahwa anak-anak dan keluarga besar sangat mendukung pernikahannya.
"Masyarakat akan bertanya mana adat asli Kabupaten Banyuasin, ini saat yang tepat untuk menampilkan adat lawas dari Banyuasin," ujar Askolani dijumpai wartawan usai prosesi lamarannya di Palembang, Kamis sore.
Ia memaparkan pada ngunduh mantu saat acara pernikahannya nanti akan ada adat timbang kepala kerbau yang sudah amat jarang dijumpai saat ini.
"Adat ini dilakukan untuk menghormati keluarga perempuan, sangat kaya secara filosofis," jelasnya.
Adat lainnya adalah arak-arakan yang akan diiringi musik tanjidor khas Banyuasin dimana masyarakat setempat maupun luar Banyuasin bisa menyaksikan langsung arak-arakan ini.
Musik Tanjidor sendiri dipastikan membuat arak-arakan ramai dan meriah.
Sebelum ngunduh mantu, bupati Askolani yang mempersunting dr Sri Fitrianto seorang dokter di Puskesmas Muara Telang Banyuasin akan melaksanakan prosesi akad nikah pada Jumat (28/6) dan resepsi di Hotel Whyndam OPI Palembang. Calon mempelai wanita dr Sri Fitrianti pada prosesi lamaran di kediaman calon pengantin wanita di Jalan Macan Lindungan Palembang, Kamis (13/6). . (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/I016/19)
Calon pengantin wanita dr Sri Fitrianti mengaku bahagia dengan rencana pernikahan ini.
Selaku calon istri bupati dan calon ibu sambung bagi kelima anak Askolani ia mengaku telah menyiapkan mental untuk itu semua.
"Harus siap mental karena ini pertama kalinya dan langsung jadi istri sekaligus ibu," ujar wanita muda yang akan tetap bertugas sebagai dokter di Puskesmas Muara Telang usai menikah nanti.
Wanita berusia 26 tahun itu juga mengakui sudah cukup dekat dengan kelima calon anaknya.
"Saya dan Fitri selama ini tidak pacaran, cuma anak-anak dan calon ibunya yang pedekate," tambah Askolani.
Ia juga mengatakan bahwa anak-anak dan keluarga besar sangat mendukung pernikahannya.
Pewarta : Feny Selly
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program "Karo Mamang" PEP Ramba Field berdayakan ekonomi perempuan Mangunjaya Muba
24 April 2026 12:34 WIB
Polda Sumsel bongkar industri miras oplosan di Banyuasin, 20 ribu botol disita
16 April 2026 20:04 WIB
Polisi tangkap pelaku kebakaran sumur minyak ilegal di lahan Hindoli Musi Banyuasin
15 April 2026 10:45 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Google Cloud luncurkan Gemini Enterprise Agent Platform, dorong era AI mandiri
23 April 2026 6:47 WIB
Maudy Ayunda dan Jessica Iskandar ajak perempuan maknai sensitivitas sebagai kekuatan
17 April 2026 19:40 WIB