
Koperasi tani di Banyuasin bangun SPBU Pertanian Satu Harga

Palembang (ANTARA) - Koperasi Petani Tuah Selebar Daun di Desa Telang Makmur, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Pertanian Satu Harga guna menjamin ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi petani.
Ketua Koperasi Tuah Selebar Daun Sumartono di Banyuasin, Sabtu, mengatakan keberadaan SPBU tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi petani yang selama ini kerap mengalami kesulitan akses bahan bakar, terutama saat musim panen.
Pada saat panen sering terjadi kelangkaan karena kebutuhan meningkat, sementara ketersediaan terbatas. Akibatnya harga naik dan membebani petani.
"Pembangunan SPBUP dilakukan secara mandiri oleh koperasi dengan dukungan fasilitasi pemerintah, terutama dalam hal legalitas dan akses pembiayaan perbankan," katanya.
Harga bahan bakar di tingkat petani saat ini bisa mencapai Rp14.000–Rp15.000 per liter untuk pertalite dan sekitar Rp12.000 per liter untuk solar, lebih tinggi dibanding harga di wilayah perkotaan.
Dengan adanya SPBU Pertanian Satu harga ini, diharapkan distribusi bahan bakar menjadi lebih stabil dan biaya operasional petani dapat ditekan. Berdasarkan perhitungan awal, petani berpotensi memperoleh tambahan keuntungan hingga Rp5 juta per hektare.
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ayub Ritto mengatakan selama ini petani memperoleh BBM dari SPBU umum menggunakan surat rekomendasi, namun sering harus antre dan menjadi prioritas berikutnya setelah kendaraan umum.
“Dengan adanya SPBUP ini, petani memiliki akses khusus sehingga tidak perlu lagi bersaing dengan kendaraan umum,” ujarnya.
Konsep SPBU Pertanian serupa dengan SPBU nelayan (SPBUN), yakni melayani kebutuhan sektor utama namun tetap dapat melayani masyarakat sekitar sesuai ketentuan.
Dari sisi distribusi, BBM akan disalurkan dengan skema yang menyesuaikan kondisi geografis, termasuk kemungkinan pengiriman melalui jalur sungai. Harga BBM dipastikan tetap sama dengan harga yang berlaku di SPBU wilayah perkotaan.
Pertamina juga akan menyesuaikan kapasitas pasokan berdasarkan kebutuhan yang telah terdata melalui dinas pertanian, serta memastikan pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
“Pengelolaan akan diawasi ketat, karena jika tidak sesuai peruntukan maka subsidi tidak akan diberikan,” kata Ayub.
Adapun jenis BBM yang akan disalurkan pada tahap awal meliputi solar dan pertalite sebagai kebutuhan utama alat dan mesin pertanian.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
