YlLK Sumsel: Kemenhub harus perbaiki pelayanan bandara
Jumat, 4 April 2014 15:01 WIB
Ketua YLK Sumsel Hibzon Firdaus SH. (Foto Antarasumsel.com/14/Yudi Abdullah)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan mengatakan, Kementerian Perhubungan harus segera memperbaiki pelayanan bandar udara karena kebijakan "ASEAN Open Sky" mulai diterapkan pada 2015.
"Sekarang ini pelayanan di bandar udara kota-kota besar termasuk di Palembang sudah cukup baik, namun masih perlu pembenahan dan peningkatan keamanan bagasi serta kenyamanan penumpang," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus di Palembang, Jumat.
Menurut dia, keinginan Kementerian Perhubungan yang diungkapkan Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Tjahjono melalui berbagai media massa untuk meningkatkan pelayanan berbagai bandara di seluruh wilayah Indonesia agar sesuai dengan pelayanan standar internasional perlu didukung semua pihak.
Dalam kondisi sekarang ini, konsumen pengguna jasa angkutan udara sering mendapat perlakuan kurang baik dari pihak pengelola bandara dan maskapai penerbangan.
Ketika pesawat yang akan ditumpangi mengalami penundaan penerbangan dari jadwal yang ditentukan, konsumen merasa kurang nyaman menunggu berlama-lama di ruang tunggu keberangkatan.
Begitu juga ketika akan memasukkan tas dan barang bawaan lainnya ke bagasi, dibayangi rasa kecemasan karena sering terjadi aksi pencurian barang di bagasi, katanya.
Ia juga menjelaskan, YLK Sumsel sering menerima pengaduan dari masyarakat pengguna jasa angkutan udara kurang mendapat pelayanan yang baik ketika berada di bandara, bahkan pernah mengadvokasi penumpang yang kehilangan barang bawaan di bagasi pesawat namun berakhir dengan penyelesaian yang kurang memuaskan masyarakar selaku konsumen.
Dengan adanya keinginan pihak Kemenhub melakukan perbaikan pelayanan bandara sesuai dengan standar pelayanan internasional, diharapkan sejumlah permasalahan yang berpotensi membuat pengguna jasa angkutan udara kurang aman dan nyaman, dalam tahun ini bisa diatasi dengan baik, ujarnya.
Sebelumnya Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Tjahjono dalam keterangan tertulis yang diterima Antara mengatakan, bandara yang ada di Indonesia perlu ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya terutama dalam menghadapi kebijakan "ASEAN Open Sky" yang akan diterapkan pada 2015.
Melihat kebijakan tersebut segera diberlakukan, Indonesia bersama negara-negara di Asia Tengara lainnya berupaya secara maksimal mempersiapkan berbagai infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya manusia terkait dengan bidang penerbangan, kata Bambang.
"Sekarang ini pelayanan di bandar udara kota-kota besar termasuk di Palembang sudah cukup baik, namun masih perlu pembenahan dan peningkatan keamanan bagasi serta kenyamanan penumpang," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus di Palembang, Jumat.
Menurut dia, keinginan Kementerian Perhubungan yang diungkapkan Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Tjahjono melalui berbagai media massa untuk meningkatkan pelayanan berbagai bandara di seluruh wilayah Indonesia agar sesuai dengan pelayanan standar internasional perlu didukung semua pihak.
Dalam kondisi sekarang ini, konsumen pengguna jasa angkutan udara sering mendapat perlakuan kurang baik dari pihak pengelola bandara dan maskapai penerbangan.
Ketika pesawat yang akan ditumpangi mengalami penundaan penerbangan dari jadwal yang ditentukan, konsumen merasa kurang nyaman menunggu berlama-lama di ruang tunggu keberangkatan.
Begitu juga ketika akan memasukkan tas dan barang bawaan lainnya ke bagasi, dibayangi rasa kecemasan karena sering terjadi aksi pencurian barang di bagasi, katanya.
Ia juga menjelaskan, YLK Sumsel sering menerima pengaduan dari masyarakat pengguna jasa angkutan udara kurang mendapat pelayanan yang baik ketika berada di bandara, bahkan pernah mengadvokasi penumpang yang kehilangan barang bawaan di bagasi pesawat namun berakhir dengan penyelesaian yang kurang memuaskan masyarakar selaku konsumen.
Dengan adanya keinginan pihak Kemenhub melakukan perbaikan pelayanan bandara sesuai dengan standar pelayanan internasional, diharapkan sejumlah permasalahan yang berpotensi membuat pengguna jasa angkutan udara kurang aman dan nyaman, dalam tahun ini bisa diatasi dengan baik, ujarnya.
Sebelumnya Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Tjahjono dalam keterangan tertulis yang diterima Antara mengatakan, bandara yang ada di Indonesia perlu ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya terutama dalam menghadapi kebijakan "ASEAN Open Sky" yang akan diterapkan pada 2015.
Melihat kebijakan tersebut segera diberlakukan, Indonesia bersama negara-negara di Asia Tengara lainnya berupaya secara maksimal mempersiapkan berbagai infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya manusia terkait dengan bidang penerbangan, kata Bambang.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB