Logo Header Antaranews Sumsel

Tokoh catur Sumsel Mursili Tjik Aman meninggal dunia

Sabtu, 30 Agustus 2025 17:11 WIB
Image Print
Almarhum Mursili Tjik Aman saat menjalani pengobatan di rumah sakit beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-ist)

Palembang (ANTARA) - Tokoh Catur asal Sumatera Selatan (Sumsel) Mursili Tjik Aman meninggal dunia di Palembang, Sabtu pagi.

"Benar, pak Mursili meninggal dunia tadi pagi," kata Penggiat Catur Sumsel A Edison Nainggolan saat dikonfirmasi di Palembang, Sabtu.

Ia menjelaskan Mursili Tjik Aman adalah salah satu tokoh penting dalam dunia catur di Sumatera Selatan. Dia dikenal tegas, dan berdedikasi namun juga sangat kebapakan. Bahkan, tak segan-segan ia mengeluarkan uang pribadi kepada mereka yang membutuhkan.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumsel dan memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan olahraga catur Sumsel.

Peranan Mursili Tdi Catur Sumsel tak dapat dipungkiri. Pada suatu masa, Mursili Tjik Aman bersama Percasi Sumsel menghadapi tantangan besar saat mengupayakan keberangkatan atlet catur Sumsel ke ajang Kejurnas Pra PON di Brastagi, Sumatera Utara.

Mursili yang merupakan pendidik selalu menekankan pentingnya Training Center (TC) untuk mempersiapkan atlet catur Sumsel secara maksimal. Ia juga mendorong KONI Sumsel untuk lebih aktif mendukung cabang olahraga, terutama catur, agar bisa mencetak prestasi di tingkat nasional.

"Dia menjadi bukan hanya menjadi sosok administratif yang handal, tetapi juga penggerak utama dalam upaya memajukan olahraga catur, baik melalui turnamen rutin maupun pembinaan atlet muda. Dengan dukungannya, Percasi Sumsel terus melahirkan pecatur berbakat yang mampu bersaing di kancah nasional," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Percasi Sumsel Prima mengatakan Mursili mengabdikan dirinya sebagai pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Sumatera Selatan selama lebih dari satu dekade, yaitu dari tahun 2004 hingga 2016.

Selama masa pengabdiannya, beliau dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, memiliki visi yang jelas, serta semangat yang tidak pernah padam untuk memajukan olahraga catur di daerahnya.

“Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat besar bagi keluarga besar Percasi dan dunia catur Sumsel secara keseluruhan. Beliau adalah sosok senior yang penuh dedikasi, sekaligus inspirator yang tulus membangun fondasi bagi pengembangan atlet catur di wilayah ini. Semoga segala pengabdian dan jasa beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi berkah bagi semua pihak yang terus melanjutkan perjuangan beliau,” kata dia



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026