Logo Header Antaranews Sumsel

Dari sistem operasi ke sistem kecerdasan

Kamis, 21 Mei 2026 14:42 WIB
Image Print
Ilustrasi Gemini Intelligence di Android. (ANTARA/blog Google)

Jakarta (ANTARA) - Dalam acara Android Show: I/O Edition yang digelar Selasa, pertengahan Mei, Google memperkenalkan Gemini Intelligence, sebuah ekosistem kecerdasan buatan (AI) dengan rangkaian fitur-fitur yang semakin pintar dan terintegrasi. Ekosistem itu akan langsung diimplementasikan pada ponsel pintar Google Pixel 10 dan Samsung seri S26

Kehadiran Gemini Intelligence di ekosistem Android menandai evolusi baru dalam cara pengguna berinteraksi dengan perangkat pintar mereka. Salah satu terobosan paling signifikan dari teknologi ini adalah kemampuannya dalam mengotomatisasi tugas-tugas multi-langkah yang repetitif, sehingga pengguna dapat lebih berfokus pada aktivitas yang lebih esensial.

Optimasi tugas-tugas dapat dilakukan melalui lintas aplikasi, otomatisasi terjadi, sehingga hampir sebagian besar tugas-tugas rutin dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien.

Otomatisasi aplikasi ini menjadi jauh lebih andal berkat kemampuan integrasi terhadap konteks layar dan gambar. Sebagai pengganti dari proses manual pemindahan data (copy-paste) antaraplikasi, Gemini, aplikasi AI Google, kini mampu menerjemahkan konteks visual menjadi sebuah tindakan instan.

Misalnya, apabila pengguna memiliki daftar belanja bulanan yang panjang pada aplikasi Keep, mereka cukup menahan tombol daya (power button) dan menginstruksikan Gemini untuk memproses daftar tersebut menjadi keranjang belanja digital yang siap dikirim oleh satu aplikasi lokapasar (marketplace).

Ketika kapabilitas ini meluas, pengguna dapat memotret satu brosur perjalanan yang ditemukan di lobi hotel atau stasiun, dan dapat memberikan perintah spesifik, seperti, "Carikan tur seperti ini di Agoda untuk kelompok berisi enam orang".

Gemini juga dapat melakukan navigasi lintas aplikasi untuk tugas operasional harian. Teknologi ini mampu mencari dokumen silabus kuliah di dalam Gmail dan secara otomatis memasukkan daftar buku yang dibutuhkan ke dalam keranjang belanja, hingga memfasilitasi reservasi kelas olahraga. Google juga menyatakan telah mengoptimalkan kapabilitas otomatisasi multi-langkah ini pada perangkat, seperti Galaxy S26 dan Pixel 10 untuk memastikan transisi yang mulus, khususnya pada aplikasi pesan-antar makanan dan berbagi tumpangan (rideshare).

Dari sisi efisiensi waktu, fitur ini dirancang untuk bekerja secara mandiri di latar belakang, atau background process, dimana Gemini memproses pencarian berdasarkan instruksi, dan pengguna tidak perlu menunggu di dalam aplikasi secara terbuka. Kemudian, mereka dapat memantau perkembangannya secara langsung melalui notifikasi perangkat.

Inovasi kecerdasan buatan ini tetap memberikan jaminan bahwa kendali penuh tetap berada di tangan pengguna. Gemini diprogram untuk hanya beroperasi berdasarkan komando yang diberikan dan akan berhenti sesaat setelah tugas tersebut diselesaikan, dan untuk menjamin keamanan transaksi atau tindakan, eksekusi terakhir akan selalu membutuhkan konfirmasi final dari pengguna.

Chrome, sebagai aplikasi peramban andalan Google juga kebagian. Mulai akhir Juni 2026, pengguna Chrome di perangkat Android akan mengalami peningkatan signifikan dalam pengalaman menelusuri internet dengan hadirnya asisten penelusuran yang lebih cerdas, yakni integrasi Gemini di dalam Chrome. Integrasi ini bukan sekadar membantu Chrome menjadi alat pencarian biasa, melainkan memunculkan fitur sebagai asisten virtual proaktif yang siap mendampingi pengguna di dunia maya.

Fungsi utama Gemini di Chrome dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan riset pengguna secara jauh lebih efisien. Asisten cerdas ini dibekali kemampuan analitis tingkat lanjut yang memungkinkan pengguna untuk merangkum konten artikel web yang panjang, serta membandingkan berbagai informasi dari berbagai sumber di internet secara seketika. Hal ini tentu sangat memudahkan pengguna dalam mencerna informasi yang kompleks dan padat, tanpa harus membuang waktu membaca banyak halaman secara manual.

Lebih jauh lagi, pembaruan ini memperkenalkan terobosan fungsional melalui fitur Chrome auto browse (penelusuran otomatis Chrome), dimana melalui kapabilitas ini, Chrome dapat mengambil alih dan menyelesaikan tugas-tugas administratif rutin atas nama pengguna, mulai dari proses menjadwalkan pertemuan (appointment booking), hingga melakukan reservasi tempat parkir, (yang belum dikenal secara luas di Indonesia), semuanya dapat ditangani oleh AI, sehingga dengan mendelegasikan operasional digital sehari-hari yang kerap menyita waktu tersebut kepada Gemini, pengguna Chrome di Android dapat menggunakan waktu dan fokus mereka untuk hal-hal yang jauh lebih esensial.

Selanjutnya, mengisi formulir digital yang kompleks di layar ponsel pintar yang sering kali menjadi kendala tersendiri bagi pengguna, diatasi Google dengan mengintegrasikan teknologi Gemini's Personal Intelligence ke dalam fitur pengisian otomatis (Autofill). Melalui pembaruan ini, perangkat Android, kini memiliki kapabilitas intuitif untuk mengekstraksi informasi yang relevan dari berbagai aplikasi yang saling terhubung, dengan tujuan mengisi secara otomatis kolom-kolom teks yang rumit, termasuk ketika pengguna sedang menavigasi peramban Chrome.

Fitur ini menitikberatkan pada aspek privasi, dan sekuriti. Google menegaskan bahwa fitur ini sepenuhnya bersifat opsional (opt-in), dimana pengguna memegang otoritas penuh untuk menentukan kapan integrasi Gemini ini digunakan, serta dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya melalui menu pengaturan perangkat.

Selanjutnya ada satu nama baru, yaitu Rambler, yang merupakan fitur yang sebenarnya sudah diperkenalkan sebelumnya, namun ditingkatkan kemampuannya, dimana fitur ini dapat melakukan transformasi dikte suara menjadi teks profesional.

Dalam komunikasi verbal sehari-hari, manusia kerap berucap secara spontan yang disertai dengan repetisi, koreksi diksi, hingga penggunaan kata pengisi (seperti "umm" atau "eh"). Merespons realitas tersebut, Gemini memperkenalkan fitur Rambler, di mana fitur ini mampu melampaui kemampuan pengubahan suara teks (speech-to-text) konvensional.

Rambler dirancang secara cerdas untuk menangkap poin-poin krusial dari percakapan lisan yang tidak terstruktur, untuk kemudian menyusun dan merapikannya menjadi format pesan teks yang padat dan profesional. Didukung oleh model bahasa mutakhir dari Gemini, Rambler, bahkan mampu memproses peralihan dua bahasa atau lebih secara mulus di dalam satu pesan yang sama.

Terkait keamanan data privasi, Google menjamin bahwa perekaman audio melalui fitur Rambler hanya digunakan untuk proses transkripsi secara "real-time" dan tidak akan disimpan oleh sistem.

Dalam hal personalisasi, Google juga sekaligus memperkenalkan Create My Widget. Sebagai penyempurnaan ekosistem, Google melangkah lebih jauh pada ranah antarmuka pengguna, melalui fitur ini. Pengguna, kini dapat merancang widget khusus yang sepenuhnya dipersonalisasi hanya dengan memberikan deskripsi sederhana.

Sebagai contoh, pengguna dapat memberikan instruksi spesifik seperti, “Sarankan tiga resep makanan tinggi protein setiap minggu,” atau meminta indikator cuaca yang hanya menampilkan kecepatan angin bagi para pesepeda. Sistem kemudian akan membangun dasbor informasi tersebut dan meletakkannya langsung di layar utama pengguna.

Seluruh fungsionalitas cerdas ini dibalut dalam desain visual Material 3 Expressive yang telah diperbarui, bertujuan untuk meminimalkan distraksi visual dan membantu pengguna agar tetap fokus pada tugas mereka. Berikutnya, fitur widget kustom ini tidak hanya akan hadir pada lini ponsel pintar, namun juga akan tersedia bagi perangkat jam tangan pintar yang menggunakan ekosistem Wear OS.


*) Deddy Muharman PhD adalah Communication Specialist



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dari sistem operasi ke sistem kecerdasan



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026