Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkab Banyuasin dan BPOM pastikan stok pangan di Pasar Kenten Azhar

Selasa, 17 Maret 2026 10:34 WIB
Image Print
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Banyuasin Adam Ibrahim bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Masita Liana serta Camat Talang Kelapa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Kenten Azhar, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/HO/Pemkab)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin memantau ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar tradisional guna memastikan stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Banyuasin Adam Ibrahim bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Masita Liana serta Camat Talang Kelapa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Kenten Azhar, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Banyuasin menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang untuk melakukan uji sampling terhadap produk pangan yang beredar. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 26 sampel bahan makanan, BPOM menyatakan seluruh produk tersebut negatif dari bahan tambahan pangan berbahaya.

"Alhamdulillah, dari 26 sampel yang telah diuji oleh tim BPOM, tidak ditemukan adanya bahan berbahaya seperti formalin maupun boraks. Produk pangan yang tersedia di pasar saat ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat," ujar Adam Ibrahim.

Mengenai fluktuasi harga, hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan di kisaran lima hingga 10 persen pada sejumlah komoditas, seperti daging, telur ayam, cabai, beras, hingga sayuran. Namun, Adam menegaskan bahwa pergeseran harga tersebut masih dalam batas kewajaran mengingat adanya peningkatan permintaan selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. Sementara itu, harga gas elpiji tiga kilogram tercatat stabil di angka Rp21.000.

Lebih lanjut, Pemkab Banyuasin menjamin kestabilan pasokan dan stok bahan pokok di wilayah tersebut tetap terjaga serta mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari raya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai dengan kebutuhan tanpa perlu melakukan aksi borong (panic buying).(***)



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026