
Polisi: Ada erangan dari kamar Lula Lahfah sebelum ditemukan tewas

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB, ART mengetuk kamar Lula namun tidak kunjung dibuka, selanjutnya ART tersebut melaporkan ke pihak sekuriti apartemen pada sore hari.
"ART lapor ke sekuriti karena belum bisa ada yang memastikan, disitu sampai siang belum bangun juga, sore akhirnya lapor ke sekuriti," kata Budi.
Selanjutnya pihak sekuriti mendobrak pintu kamar apartemen setelah mendapat ijin dari pihak keluarga, karena pintu kamar tersebut terkunci dari dalam.
Selain itu, Budi juga menambahkan Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru sedang mendalami adanya temuan surat konsultasi dokter.
Ia juga menambahkan penyebab kematian Lula Lahfah belum terkonfirmasi dari pihak RS Fatmawati.
"Belum, tapi yang jelas pemeriksaan luar dokter di Rumah Sakit Fatmawati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," kata Budi.
Polda Metro Jaya membenarkan adanya informasi kematian seorang influencer atau selebgram wanita yang diduga adalah Lula Lahfah di sebuah kawasan Jakarta Selatan.
"Benar bahwa seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026.
Sementara itu Polres Metro Jakarta Selatan menemukan obat dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen yang ditempati pemengaruh (influencer) Lula Lahfah di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, pada Jumat (23/1) malam pukul 18.44 WIB.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/1).
Murodih mengatakan, awalnya saksi curiga dan Lula sakit dengan pintu dalam keadaan terkunci. Terlebih, Lula setelah berobat pada malam sebelumnya.
Pewarta: Ilham Kausar
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
