Disdag Kota Palembang awasi produsen beras pastikan kelayakan produk premium

id Disdag Palembang,Beras di Palembang,Palembang

Disdag Kota Palembang awasi produsen beras pastikan kelayakan produk premium

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pengawasan dan monitoring di PT BPR di Palembang, Jumat (18/7/2025). ANTARA/ M Imam Pramana

Palembang (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengawasi PT BPR untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras premium yang berasal dari produsen itu sudah sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Gunawan di Palembang, Jumat, menyebutkan masyarakat tidak perlu khawatir terkait isu beras premium oplosan.

Dinas Perdagangan Kota Palembang melakukan pengawasan kelayakan beras premium ke BPR, produsen yang sempat diduga melakukan pengoplosan beras kemasan premium dengan kualitas standar.

Ia menyebutkan kualitas dan kuantitas beras premium sudah sesuai dengan standar kelayakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Sementara terkait dengan isu oplosan ini tentu kita sebagai masyarakat dan kita memang butuh bahan pokok beras, kita tidak perlu khawatir terkait kalimat oplosan ini, pada prinsipnya berasnya bagus," ujarnya.

Dinas Perdagangan juga mengingatkan produsen beras untuk tetap menjaga harga eceran agar tidak melebih harga eceran tertinggi (HET).

Saat ini harga eceran beras premium di sejumlah pasar tradisional hingga supermarket di Kota Palembang berada di harga Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

Sementara itu pemilik PT BPR Kevin Winarta mengatakan beras premium sudah sesuai standar pemerintah, kadar brokennya maksimum 15 persen, kepalanya 85 persen, kadar airnya 14 persen, dan derajat sosohnya di 100 kalau pemerintah.

"Tetapi kita lebih, 110, karena kita mau menjadi yang paling putih, tapi bukannya pakai zat kimia, pake mesin, beras itu dikikis," katanya.







Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.