Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memprediksi nilai tukar (kurs) rupiah melemah seiring ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut.
“Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 50 persen untuk produk tembaga dan tarif 200 persen untuk perusahaan farmasi jika mereka tidak memindahkan produksinya ke AS,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Tarif sebesar 50 persen untuk impor tembaga mulai berlaku pada 1 Agustus guna memperkuat keamanan nasional negara AS.
Tembaga diperlukan untuk semikonduktor, pesawat terbang, kapal, amunisi, pusat data, baterai lithium-ion, sistem radar, sistem pertahanan rudal, dan bahkan senjata hipersonik yang sedang kita produksi dalam jumlah besar, kata Trump.
Rupiah diprediksi melemah seiring kebijakan perdagangan AS tak pasti
Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/am.
