Trump dalam sebuah rekaman ancam akan bom Moskow jika Rusia masuk ke Ukraina

id Trump,presiden trump,rusia ,presiden putin ,moskow

Trump dalam sebuah rekaman ancam akan bom Moskow jika Rusia masuk ke Ukraina

Presiden Donald Trump hadir dalam ajang UFC 316 di Prudential Center, di Newark, New Jersey, pada 7 Juni 2025. (Akun instagram @whitehouse)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, bahwa ia akan mengebom Moskow dan Beijing jika mereka mengambil tindakan terhadap Ukraina dan Taiwan.

Ancaman disampaikan oleh Trump kepada para pendonor dalam acara penggalangan dana untuk kampanyenya tahun 2024, sebagaimana rekaman audio yang dirilis oleh CNN dan dilaporkan oleh Kantor Berita Rusia RIA Novisti, Rabu.

“Kepada Putin saya sampaikan: ‘Kalau kamu masuk ke Ukraina, saya akan bom Moskow habis-habisan. Saya beri tahu, saya tidak punya pilihan lain.' Lalu dia bilang, 'Saya tidak percaya.' Dia bilang: 'Tidak mungkin.' Dan saya bilang, 'Mungkin,” kata Trump dalam rekaman tersebut.

“Lalu dia bilang lagi: 'Saya tidak percaya.' Tapi kenyataannya dia percaya saya 10 persen. Saya sudah bilang, dia percaya saya 10 persen,” sambungnya.

“Saat saya bersama Presiden Xi dari China. Saya mengatakan hal yang sama kepada mereka, saya sampaikan, 'Kalau kalian masuk ke Taiwan, saya akan bom Beijing habis-habisan.’ Dia pikir saya gila," kata Trump di rekaman itu.

Setelah panggilan telepon dengan Putin pada Kamis (3/7), Trump mengatakan bahwa dia tidak senang dengan perkembangan yang terjadi di Ukraina, dan menambahkan bahwa belum ada kemajuan dalam masalah tersebut.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Moskow memperhatikan secara saksama pernyataan Trump.

Baca juga: Tak ada diskon, Trump tetap kenakan tarif impor 32 persen pada RI

Baca juga: Trump sebut kasus yang menjerat Netanyahu "perburuan penyihir politik"

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.