Di nomor LM2x, Ali/Rafiq mendominasi sejak babak awal hingga final. Mereka mencatat waktu terbaik 6 menit 26,24 detik di babak puncak, menang tipis 0,91 detik dari pasangan Indonesia lainnya, Ihram/Ardi Isadi, yang finis kedua. Adapun posisi ketiga ditempati pasangan Belanda Brent ten Boom/Jordy de Boer (Gyas/Okeanos) dengan catatan waktu 6 menit 36,80 detik.
“Hari ini mereka juga akan kembali berlomba, dan level persaingannya diperkirakan akan lebih berat,” kata Hadris menambahkan.
Keikutsertaan Indonesia pada kejuaraan bergengsi di Negeri Kincir Angin itu menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand yang akan berlangsung pada 9–20 Desember mendatang.
Sebelum turun di Koninklijke-Holland Beker, tim Merah Putih telah menjalani pemusatan latihan sejak 3 Juni. Sebanyak 10 atlet diterjunkan dalam turnamen ini, terdiri atas tujuh atlet putra dan tiga atlet putri.
Selain Febrian, Rendi, Ali, Rafiq, Ihram, dan Ardi, tim putra juga diperkuat oleh Memo. Sementara sektor putri diperkuat oleh Chelsea Corputty, Mutiara Rahma Putri, Issa Behuku, dan Yunita Huby.
Selama di Belanda, para atlet didampingi oleh dua pelatih nasional yakni Muhammad Hadris dan Sjafril, serta pelatih asal Belanda, Boudewijn Van Opstal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua emas pembuka dari tim rowing Indonesia di Belanda
