Ia juga mengimbau agar para jamaah menggunakan media sosial secara bijak selama berada di Tanah Suci, guna menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia.
“Jangan ada kejadian yang tak enak sedikit langsung diviralkan ke media sosial. Informasi yang baiklah yang harus diviralkan di media sosial. Jika ada yang kurang baik segera laporkan dahulu ke petugas terkait atau laporkan melalui aplikasi kawal haji agar segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh komponen terkait untuk ikut menyukseskan Delapan Program Prioritas (Asta Protas) Menteri Agama, termasuk poin ketujuh Sukses Haji 2025.
Sementara Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan dalam sambutannya menegaskan bahwa manasik bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian penting dari pembekalan spiritual dan teknis.
"Manasik ini adalah bekal utama, agar jamaah mampu melaksanakan ibadah dengan benar, mandiri, tertib, dan menjaga nama baik bangsa,” ujarnya.
Turut hadir pada kegiatan manasik tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel Taufiq, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, serta instansi terkait seperti Pemerintah Kota Palembang, Dinas Kesehatan Kota Palembang, Balai Karantina Kesehatan Palembang, TNI, dan Polri.
Kemenag Sumsel bimbing manasik haji 3.218 calon haji
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan membimbing manasik haji 3.218 calon haji asal Kota Palembang, Rabu (16/4/2025). ANTARA/HO-Kemenag Sumsel
