Kedua pekerja itu meninggal dunia akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan satu pekerja lainnya mengalami luka bakar.Ketiga pekerja yang menjadi korban ledakan di tempatnya bekerja itu dinyatakan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap untuk bekerja di bagian produksi titanium slag.
Pada saat itu, tim produksi non-zircon melakukan proses pengeluaran bahan titanium normal seperti biasa. Bahan titanium ini ditampung ke dalam sebuah troli penampung. Selanjutnya troli titanium digeser/ditarik ke area penyiraman air pendingin yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pengeluaran bahan titanium (lancing).
Setelah proses penyiraman dirasa cukup dingin, kepala regu saat itu Henda Wardiman mulai bersiap untuk mengeluarkan titanium dari troli. Kasyanto dan Lutfi bertugas untuk memasang seling baja ke alat bantu yang akan mengangkat titanium.
Hendra kemudian mengoperasikan remot hoist yang akan mengangkat titanium. Tapi baru saja titanium terangkat beberapa centimeter, terjadi ledakan yang bersumber dari bahan titanium di dalam troli.
Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Ponco Widodo mengatakan, hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihaknya masih melakukan penelusuran.
Ledakan di pabrik Karawang menewaskan dua pekerja

Petugas saat melakukan pengecekan lokasi ledakan pabrik di Karawang yang mengakibatkan dua pekerja meninggal. (ANTARA/Ali Khumaini)