
Menuai manisnya madu kelulut di jantung Borneo
Senin, 29 Januari 2024 11:51 WIB

Sumber pendanaan awal berasal dari alokasi program pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi nasional atau PEN sektor agroforestri pangan senilai Rp200 juta pada tahun 2020. Selain itu, dari APBDesa tahun 2022 senilai Rp35 juga dan APBDesa tahun 2023 sebesar Rp17,79 juta.
Guna menunjang budi daya, dinas kehutanan setempat juga memberikan bantuan rumah lebah atau stup dan mesin pemisah kadar air dalam bentuk bantuan ekonomi produktif.
Hasil produksi madu kelulut sekitar 15 liter per bulan. Madu kelulut itu dijual seharga Rp25.000 per 100 mililiter, sehingga bisa menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp3,75 juta per bulan atau Rp45 juta dalam setahun.
Skema perhutanan sosial melalui budi daya madu kelulut telah meningkatkan nilai ekonomi penduduk setempat. Produk madu kelulut yang dipercaya mampu meningkatkan imun tubuh kini telah menjadi buah tangan yang cukup dikenal di Kalimantan Tengah.
Pewarta: Sugiharto Purnama
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
