Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial

Rabu, 10 Desember 2025 18:10 WIB
Image Print
Gubernur Sumsel Herman Deru. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama dengan International Centre for Research in Agroforestry (Icraf) Indonesia meluncurkan aplikasi SiAlam guna mempermudah masyarakat di wilayah itu mengakses perhutanan sosial.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Rabu, mengatakan berdasarkan Peta Indikatif Perhutanan Sosial (PIAPS), Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi perhutanan sosial mencapai 493 ribu hektare. Namun hingga 2023, izin perhutanan sosial yang terbit baru sekitar 134 ribu hektare atau 27 persen dari target.

Kondisi itu menunjukkan perlunya percepatan dan penguatan implementasi di lapangan melalui dukungan kebijakan, koordinasi para pihak, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan kelompok tani hutan.

Sebagai langkah percepatan, pihaknya dan Icraf Indonesia dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC) melalui program Land4Lives mengembangkan Sistem Informasi Akses Lahan Perhutanan Sosial (SiALAM).

“Bagaimana kita mengelola hutan secara cerdas. Ini tanggung jawab kita sebagai manusia agar generasi berikutnya mewarisi alam dalam kondisi terbaik,” ujarnya.

Selain itu, Deru mengatakan Sumsel dikaruniai kekayaan hayati dan keragaman tumbuhan yang luar biasa, sehingga yang dibutuhkan kini adalah komitmen bersama dalam pengelolaannya.

“Hadiah dan penghargaan ini mungkin kecil, tetapi saya berharap dapat menjadi motivator bagi masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga alam. Alam menjaga kita, maka kita harus menjaga alam,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Icraf Indonesia Andree Ekadinata menjelaskan SiALAM dihadirkan untuk mempermudah pemantauan, pengambilan keputusan, penyebaran informasi, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan perhutanan sosial.

“SiALAM telah melalui proses pelatihan bagi para pemangku kepentingan dan kini memasuki tahap peluncuran untuk pemanfaatan yang lebih luas,” katanya.

Inovasi digital hasil kerja sama Pemprov Sumsel melalui Dinas Kehutanan dengan CIFOR-Icraf Indonesia ini diharapkan menjadi terobosan dalam mempercepat penerapan perhutanan sosial, sekaligus memperkuat ketahanan iklim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.

“Perhutanan sosial adalah pendekatan penting dalam pengelolaan hutan berkelanjutan dengan tujuan mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan desa hutan, serta membuka peluang usaha berbasis hasil hutan,” katanya.

SiALAM, yang dapat diakses melalui sialam.sumselprov.go.id, menjadi sistem informasi yang memudahkan masyarakat dan kelompok tani hutan untuk mengakses data, memahami regulasi, serta memenuhi prasyarat pengajuan izin perhutanan sosial.

Sistem ini dilengkapi analisis spasial, penapisan kriteria berbasis regulasi, serta modul pembelajaran dan konsultasi yang memungkinkan komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemangku kebijakan.

Dengan demikian, SiALAM bukan sekadar alat bantu teknis, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan SiAlam permudah akses perhutanan sosial



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026