
Sikat preman, Polda Sumsel gelar Operasi Pekat di Pasar 16 Ilir

Palembang (ANTARA) - Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melalui Direktorat Samapta yang tergabung dalam Satgas Preventif Operasi Pekat Musi 2026 menertibkan praktik premanisme di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, Kamis.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan tiga pria berinisial I (43), D (63), dan D (39) yang diduga melakukan pungutan liar atau praktik “pak ogah” di sekitar area pasar.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penertiban itu merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di pusat aktivitas ekonomi.
“Kami menerima laporan terkait aktivitas premanisme dan juru parkir liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di kawasan pasar. Melalui Operasi Pekat Musi ini, Satgas Preventif bergerak cepat melakukan penindakan demi menjaga ketertiban umum,” ujarnya.
Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga menyita sejumlah uang tunai senilai puluhan ribu rupiah yang diduga hasil pungutan liar di lokasi tersebut.
Operasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan rute patroli dari Mapolda Sumsel menyusuri Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Pasar 16 Ilir. Sebanyak 23 personel diterjunkan dalam kegiatan itu di bawah pimpinan Kasubsatgas Samapta AKP Hermanto dan Danru Aiptu Nobiansyah.
Ketiga pria yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polda Sumsel menyatakan akan terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan guna meminimalisir tindak pidana ringan maupun kejahatan jalanan lainnya.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi praktik premanisme yang merugikan masyarakat. Kami mengimbau warga segera melapor melalui saluran resmi Polri jika menemukan tindakan serupa,” kata Nandang.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
