Sandiaga kenang ayahnya bekerja di Zamrud Blok CPP Riau

id sandiaga uno,menparekraf,sandiaga kenang ayahnya,Zamrud Blok CPP Riau,adwi,anugerah desa wisata,desa wisata

Sandiaga kenang ayahnya bekerja di Zamrud Blok CPP Riau

Menparekraf Sandiaga Uno ketika berada di Embung Terpadu Dayun dalam rangka visitasi 50 besar ADWI 2022. Pada lokasi di Kamlung Dayun, Kabupaten Siak, Riau ini Sandiaga Uno mengungkapkan ayahnya pernah bekerja di wilayah tersebut. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Ini daerah operasi ayah saya dulu di Zamrud dan Blok CPP ini adalah tempat ayah saya keluar masuk
Siak (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Kampung Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu, yang berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 dan ia pun teringat ayahnya pernah bekerja di wilayah desa tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, ia mengatakan Riau adalah tanah kelahirannya dan ari-arinya tumbuh di sini. Ayahnya bekerja di Perusahaan Minyak Caltex dulunya termasuk di Area Zamrud Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) yang berada dalam Wilayah Kampung Dayun.

"Ini daerah operasi ayah saya dulu di Zamrud dan Blok CPP ini adalah tempat ayah saya keluar masuk," katanya didampingi Gubernur Riau, Syamsuar dan Bupati Siak, Alfedri.

Sekarang Kampung Dayun masuk 50 besar ADWI yang dilombakan di bawah lembaga yang dipimpinnya. Maka dari itu, ia meminta dukungan semuanya untuk bersatu meyakinkan Dewan juri agar memberikan penilaian yang terbaik.

"Rasanya kalau prestasinya kurang baik saya yang merasa berdosa. Jadi saya ingin dewan juri diberikan impresi yang baik," ucapnya.
 
Menparekraf Sandiaga Uno ketika melakukan visitasi ke Embung Terpadu Kampung Dayun sebagai 50 besar ADWI 2022. Lokasi ini satu-satunya dari Provinsi Riau yang masuk 50 besar ADWI. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)


Apalagi lanjutnya Kampung Dayun ini dekat dengan Danau Zamrud yang merupakan Danau gambut terbesar kedua di dunia. Ia mengajak agar Desa Dayun ini bisa menampilkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

"Marilah ini menjadi semangat bahwa bukan Indonesia yang membangun desa tapi desa yang membangun Indonesia sehingga menciptakan peluang ekonomi dan 1,1 juta lapangan kerja baru," ucapnya lagi.

Kampung Dayun mempunyai andalan wisata Embung Terpadu yang awalnya merupakan tempat cadangan air untuk kebakaran hutan dan lahan. Kemudian disulap menjadi lokasi wisata dengan ada "flying fox, shaking bridge", bebek air, komedi putar, dan gerai jualan.

Tempat wisata ini telah memberikan pendapatan bagi Pemerintah Kampung (desa) setempat hingga puluhan bahkan ratusan juta setahun hasil dari jasa permainan wahana-wahana yang disediakan. Sistem keuangannya adalah berbagi sama-sama 50 persen untuk operasional kelompok sadar wisata dan kas kampung (desa).