Badai garap lagu "Tuhan Kirimkan Hatimu" Aldiv

id Badai kerispatih,Aldiv

Badai garap lagu "Tuhan Kirimkan Hatimu" Aldiv

Penyanyi Aldiv dan Badai eks Kerispatih (ANTARA/Ho)

Jakarta (ANTARA) - Musisi Badai eks Kerispatih kembali eksis di dunia hiburan dengan menciptakan "Tuhan Kirimkan Hatimu", lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi pendatang baru Aldiv.

Badai mengatakan awalnya lagu tersebut dibuat bukan untuk Aldiv. Namun saat dinyanyikan Aldiv ternyata justru menyatu dengannya.

"Aku bikin lagu dari hati dan ternyata cocok sama Aldiv, kayaknya related banget terus juga related sama banyak orang dan ternyata waktu dikirim dua sampai tiga hari dengerin dan Aldiv suka banget," kata Badai melalui keterangan resminya pada Jumat.

"Tuhan Kirimkan Hatimu" bercerita tentang kekaguman seorang lelaki kepada perempuan yang tulus memberikan cintanya. Lagu bergenre pop dan bertema romantis ini memiliki lirik lagu yang berbicara dengan nada sangat easy listening.

"Lagunya make it simple, karakter Aldiv bisa long lasting, musiknya enggak ribet banget orang mendengarkan yang penting messsage-nya sampai," ujar Badai.

Aldiv sendiri mengaku sangat gugup saat melakukan proses rekaman. Sebab dia merupakan salah satu penggemar Badai dan tidak menyangka bisa menyanyikan salah satu lagu ciptaannya.

"Pasti senang banget. Aku sudah nyanyiin banyak lagunya Mas Badai dari kecil. Kesulitannya deg-degan banget karena dari kecil udah dengerin karya ciptaan Mas Badai," ujar Aldiv.

Aldiv mengatakan lagu ciptaan Badai tanpa disadari berhubungan dengan single perdananya yang berjudul "Tinggalkan rasa".

"Related banget sama ceritanya, sama lagu pertama dan kedua, pertama selingkuhan, kedua ini dikirimkan hati yang baru," kata Aldiv.

Sementara itu, aktor Ferry Ardiansyah yang kini menjadi pemilik label Dumeca Records mengatakan, alasan menggandeng Badai untuk penyanyi Aldiv karena jam terbangnya tinggi.

"Ya alasannya Mas Badai punya ciri khas dalam setiap lagunya. Aku yakin lagunya Mas Badai cocok dengan Aldiv," ujar Ferry.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar