Waspada, Batuk berdahak dua minggu patut dicurigai TBC

id berita sumbar, berita padang, tbc,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini, jembatan ampe

Sejumlah anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Malaysia dari Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yudha mengevakuasi penderita TBC, Kaludius Gody dari kediamannya di Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu (26/9). ANTARA/ Agus Alfian

Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Padang menyampaikan jika ada masyarakat yang mengalami batuk berdahak selama dua minggu tanpa henti, dapat dicurigai ada indikasi terkena TBC.

Oleh sebab itu langkah yang harus dilakukan adalah segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat seperti puskemas untuk dilakukan pemeriksaan, kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Padang Gentina di Padang, Rabu.

Menurutnya untuk memastikan apakah menderita TBC perlu dilakukan pemeriksaan dahak.

Ciri-ciri lain yang patut diduga gejala TBC adalah berkeringat dingin pada malam hari bukan karena cuaca panas, ada demam tapi tidak tinggi dan batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri dada.

Baca juga: Dinas Kesehatan catat 60 anak menderita TB

Jika memang positif harus minum obat secara teratur selama enam bulan hingga dinyatakan sembuh, ujarnya.

"Apabila pasien tidak teratur minum obat maka akan menjadi resisten sehingga naik status menjadi TBC MDR atau multi drug resisten," katanya.

"Dan kalau sudah berstatus TBC MDR harus minum obat selama dua tahun dan suntik setiap hari selama enam bulan dengan efek samping yang lebih besar dan risiko meninggal dunia cukup besar," ujarnya.

Baca juga: Ciptakan masker terbaru, UI raih medali emas

Ia menyampaikan minum obat secara teratur selain untuk menekan angka TBC juga mencegah penularan karena satu pasien TBC bisa menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang.

"Cara penularannya karena kuman berada di air ludah bisa saat bicara apalagi batuk maka kuman akan tersebar," kata dia.

Apalagi kalau berada di ruang tertutup dan ada pendingin udara sehingga kondisinya lembab membuat kuman tumbuh subur dan diputar oleh AC sehingga terhirup dan masuk ke dalam paru-paru membentuk infeksi.

Jika penderita TBC tidak mau berobat maka akan mengalami sesak nafas dan batuk dan biasanya dalam lima tahun 50 persen diantaranya berakhir dengan kematian.

"Masalah lainnya adalah selagi masih hidup berpotensi menularkan dan yang rentan adalah kepada orang terdekat seperti keluarga, anak dan istri dan orang tua," ujarnya.


Ia menambahkan penderita HIV 21 kali lebih rentan terkena TBC sehingga jika ada orang dengan HIV biasanya akan dilakukan pemeriksaan TBC.

Untuk penanggulangan TBC di Padang selain ada Pokja TBC, Dinas Kesehatan juga menggelar kegiatan penjaringan untuk mencari tersangka baru melibatkan RT, RW, lurah hingga camat sehingga jika ada yang positif bisa diobati lebih cepat.

Berdasarkan data yang dihimpun kasus TBC di Padang terus mengalami peningkatan sejak 2015 yang mencapai 1.541, 2016 1.679, 2017 2.182, 2018 2.358 dan hingga Juni 2019 yang sudah ditemukan mencapai 1.117 kasus.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar