Konsulat Korea ingin promosikan budaya di Palembang

id konsulat korea,budaya korea,walikota palembang

Konsulat Korea ingin promosikan budaya di Palembang

Director Konsular Korea Office di Palembang, Kwon Won Jik berbincang dengan PJ Walikota Palembang, Akhmad Najib , Kamis (30/8). (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)

....Ada banyak komunitas Korea di Palembang dan warga minimal bisa mengucapkan kata halo dalam Bahasa Korea....

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Konsulat korea melakukan pertemuan dengan PJ Walikota Palembang, Akhmad Najib untuk membicarakan banyak hal termasuk keinginannya ingin mempromosikan budaya korea di Palembang.

"Banyak yang tadi kami bicarakan dengan pj Walikota Palembang. Salah satu perhatian warga palembang dengan budaya korea. Kami ingin kedepan bisa mempromosikan budaya ke warga Palembang," ujar Director Konsular Korea Office in Palembang, Kwon Won Jik, Kamis.

Tak hanya itu, mereka juga ingin mengembangkan pasar korea di Palembang. Menurutnya kota Palembang sangat memperhatikan lingkungan hidup sehingga kedepan pihaknya dapat berkontribusi.

Selama Asian Games ini, lanjut Kwon pihaknya membuka kantor sementara untuk memudahkan segala urusan. Bahkan Atlet dan official Korea yang bertanding pada Asian Games 2018 terkesan dengan keramahan warga Palembang.

"Ini pertama kali saya datang ke Palembang, dan saya terkesan dengan orang-orangnya yang ramah serta memiliki perhatian dengan Korea. Ada banyak komunitas Korea di Palembang dan warga minimal bisa mengucapkan kata halo dalam Bahasa Korea," ungkapnya.

Sementara itu, Pj Walikota Palembang, Akhmad Najib mengatakan, semoga kerjasama antara Palembang dan Korea dapat terealisasi. Sebelumnya Kota Palembang sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) sister city dengan Yangzhou China.

"Karena itu saya berharap akan pula terjalin kerjasama dengan Korea seperti pertukaran pelajar antara Palembang dan Korea," singkatnya.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.