Pemintalan benang songket dilakukan turun temurun

id benang, pemintalan benang songket

Pemintalan benang songket dilakukan turun temurun

Usaha pemintalan benang songket di Palembang dilakukan secara turun temurun (Foto: antarasumsel.com/ Evan Ervani/15)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Usaha pemintalan benang untuk bahan baku pembuatan kain songket Palembang Sumatera Selatan ternyata dilakukan secara turun temurun hingga sekarang.

Keluarga Ningmas Ayu yang terus tekun memintal benang songket sudah berlangsung selama lima generasi hingga sekarang, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Palembang Sumatera Selatan.

"Lebih dari 40 tahun keluarga kami di Kelurahan 32 Ilir menekuni usaha pemintalan benang songket dan dari generasi ke generasi usaha ini berjalan demi kelangsungan dan menjaga kelestarian songket salah satu warisan budaya di Bumi Sriwijaya," kata Ningmas Ayu, pemilik usaha pemintal benang di Palembang, Senin.

Menurut dia, sampai saat ini benang songket masih mengandalkan bahan baku sutra yang berasal dari Tiongkok dengan harga kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per bal.

Sutra tersebut direndam dan diberikan pewarna buatan sesuai dengan kebutuhan membuat songket, selanjutnya dijemur di bawah terik matahari selama 12 jam sampai 15 jam, setelah kering benang diurai satu persatu agar tidak kusut dan siap dipintal.

Sementara, peralatan pemintalan benang ini masih sangat sederhana dengan menggunakan pipa air, dinamo listrik dan pemutar pintal terbuat dari kayu, dan untaian benang dirangkai ke dalam pipa menjadi benang songket yang siap digunakan, katanya.

Menurut Ningmas Ayu, kemampuan memintal benang songket diturunkan pada anak dan cucu sebagai upaya tetap menjaga usah dan melestarikan tradisi pemintalan benang yang sudah mulai surut regenerasinya.

"Saya hampir 20 tahun menekuni pekerjaan memintal benang untuk membantu orang tua dan saat ini saya sudah generasi kelima," kata Fatiawati, pekerja pemintal benang songket itu menjelaskan.

Menurut dia, kini benang songket usaha Ningmas Ayu memasok hampir ke semua pengrajin pembuat songket di Kota Palembang bahkan sampai ke daerah lainnya di Sumsel, seperti Kota Prabumulih, Lahat dan Musibanyuasin.

Sementara Ningmas Ayu, menyatakan bangga karena melalui usaha pemintalan benang songket ini berarti telah turut melestarikan warisan budaya songket yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini.

Sedangkan hasil pintalan benang tersebut dikerjakan oleh tangan-tangan trampil sehingga Kota Palembang mampu memproduksi kain songket yang pemasarannya makin meluas di semua kalangan.

Bahkan, penggemar songket tidak hanya warga Sumatera Selatan, namun sudah meluas sampai ke penjuru Tanah Air bahkan ke luar negeri, hanya disayangkan sampai kini bahan baku berupa benang songket tak mudah diperoleh, kata Ningmas Ayu menambahkan.

Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.