
Alih fungsi lahan sawah jadi ruko mengkhawatirkan petani

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Alih fungsi lahan persawahan menjadi areal rumah toko di wilayah Merasi, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan saat ini terus meningkat dan mulai meresahkan masyarakat.
Petani menjadi resah karena khawatir areal sawah mereka terancam habis akibat pertumbuhan rumah toko (ruko) di wilayah itu makin menjamur, kata salah seorang warga Merasi, Suyetno, Minggu.
Ia mengatakan, menjamurnya ruko itu membuat harga lahan sawah warga di pinggir jalan raya menjadi tinggi, sehingga akan berdampak pada areal pertanian petani lainnya.
Boleh-boleh saja pemilik lahan di pinggir jalan raya menjual tanahnya, tapi dampaknya bagi petani yang jauh dari jalan raya akan kekurangan air karena pemilik ruko itu juga membuat kolam air deras.
Bila air irigasi teknis sudah masuk ke kolam air deras, maka akan berkurang debit air yang dibutuhkan petani setempat, karena air dari kolam ikan itu dibuang ke sembarangan tempat.
Selain itu, kata dia, animo masyarakat untuk menanam padi dua hingga tiga kali setahun akan punah, lebih baik menjual lahan sawahnya yang mencapai ratusan juta rupiah daripada menanam padi.
Kendala petani padi sawah itu wilayah itu, juga dipicu tingginya harga beli pupuk dan rendahnya daya beli pedagang terhadap produksi gabah dan beras paatni saat ini.
Bila musim panen tiba, harga gabah dan beras anjlok, sehingga ditentukan tengkulak dan pihak Badan Urusan Logsitik (Bulog) di daerah itu tak pernah membeli langsung ke patni malainkan melalui pedagang pengumpul, katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Musirawas Suharto melalui Kabid Produksi Tohirin membenarkan, bahwa praktik usaha kolam ikan air deras di wilayah itu sudah sampai ke tingkat mengkhawatirkan.
Kedua usaha itu mengancam berkurangkannya areal sawah petani, meskipun pemerintah menambah pembangunan bendungan baru, bila usaha kolam air deras dan pembangunan ruko tidak ditertibkan tetap mengancam penurunan areal persawahan petani.
Kabupaten Musirawas dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar ke dua di Sumsel setelah wilayah Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, ujarnya.
Pewarta: Oleh: Zulkifli Lubis
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
