Kemenkumham Sumsel latih semangat kemadirian napi perempuan
Rabu, 27 November 2024 13:18 WIB
Tim Kanwil Kemenkumham Sumsel bersama instruktur pelatihan tata rias di Lapas Perempuan Palembang. (ANTARA/Yudi Abdullah/24)
Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan bangkitkan semangat kemandirian melalui latihan keterampilan tata rias wajah napi perempuan di LP Perempuan.
"Pelatihan itu dilaksanakan atas kolaborasi Lapas Perempuan Palembang dengan Rivera Kosmetik dan Make Up Artist (MuA) ternama, Oktarina, yang diikuti oleh 20 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP)," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya, di Palembang, Senin.
Menurut dia, pihaknya terus mendorong pelaksanaan program pembinaan kemandirian di seluruh lapas dan rumah tahanan negara (rutan) seperti yang dilakukan kali ini di Lapas Perempuan Palembang.
Salah satu program inovatif yang mendapatkan perhatian WBP adalah pelatihan kemandirian melalui kelas kecantikan (beauty class).
Kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata pembinaan yang bertujuan mempersiapkan mereka agar lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan yang bisa dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana atau kembali ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Program pelatihan kemandirian seperti ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kanwil Kemenkumham Sumsel untuk mendukung rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan.
Pembinaan kemandirian adalah salah satu pilar utama pemasyarakatan yang terus dioptimalkan agar warga binaan dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
"Kami berkomitmen untuk berinovasi dalam menghadirkan program-program pembinaan kemandirian yang adaptif dan relevan, sebagai bekal keterampilan yang dapat membantu warga binaan ke depannya," jelas Kakanwil Ilham Djaya.
Sementara Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani menjelaskan bahwa selama kegiatan yang dijadwalkan satu pekan itu, para peserta diajarkan teknik rias wajah bertema 'makeup flawless'.
Teknik rias wajah tersebut tidak hanya relevan untuk kebutuhan WBP sehari-hari tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam dunia industri kecantikan.
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan diri dan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan mereka selama menjalani masa pidana,” ujar Kalapas Desi Andriyani.
"Pelatihan itu dilaksanakan atas kolaborasi Lapas Perempuan Palembang dengan Rivera Kosmetik dan Make Up Artist (MuA) ternama, Oktarina, yang diikuti oleh 20 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP)," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya, di Palembang, Senin.
Menurut dia, pihaknya terus mendorong pelaksanaan program pembinaan kemandirian di seluruh lapas dan rumah tahanan negara (rutan) seperti yang dilakukan kali ini di Lapas Perempuan Palembang.
Salah satu program inovatif yang mendapatkan perhatian WBP adalah pelatihan kemandirian melalui kelas kecantikan (beauty class).
Kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata pembinaan yang bertujuan mempersiapkan mereka agar lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan yang bisa dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana atau kembali ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Program pelatihan kemandirian seperti ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kanwil Kemenkumham Sumsel untuk mendukung rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan.
Pembinaan kemandirian adalah salah satu pilar utama pemasyarakatan yang terus dioptimalkan agar warga binaan dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
"Kami berkomitmen untuk berinovasi dalam menghadirkan program-program pembinaan kemandirian yang adaptif dan relevan, sebagai bekal keterampilan yang dapat membantu warga binaan ke depannya," jelas Kakanwil Ilham Djaya.
Sementara Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani menjelaskan bahwa selama kegiatan yang dijadwalkan satu pekan itu, para peserta diajarkan teknik rias wajah bertema 'makeup flawless'.
Teknik rias wajah tersebut tidak hanya relevan untuk kebutuhan WBP sehari-hari tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam dunia industri kecantikan.
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan diri dan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan mereka selama menjalani masa pidana,” ujar Kalapas Desi Andriyani.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kakanwil Kemenkum Sumsel dan Bupati Musi Rawas sepakat tingkatkan sinergi demi pelayanan publik
16 April 2025 20:33 WIB, 2025
Kemenkum Sumsel tetap berikan bantuan hukum gratis bagi warga miskin
26 January 2025 21:09 WIB, 2025
Kakanwil Kemenkumham Sumsel berikan penghargaan kepada tiga lembaga pemasyarakatan
31 December 2024 20:00 WIB, 2024
Kemenkumham Sumsel gelar pisah sambut Pimti dan pelepasan purna bakti Kakanwil Ilham
31 December 2024 17:32 WIB, 2024
Kemenkumham Sumsel berikan bantuan hukum gratis pada 386 warga miskin
23 December 2024 20:20 WIB, 2024