Polres OKU gunakan "cooling down" dalam pengamanan Pilkada 2024
Sabtu, 24 Agustus 2024 11:53 WIB
Polres OKU menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Musi 2024, Jumat (23/8/2024). (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Kepolisian Resor(Polres) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menggunakan cooling system(sistem pendinginan) dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di wilayah itu.
"Pengamanan dengan sistem pendinginan ini diutamakan dalam mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang sejuk dan damai," kata Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni di Baturaja, Sabtu.
Dia menjelaskan, operasi cooling system tersebut mengutamakan dua tindakan, yakni preemptif dan preventif.
Tindakan preemptif merupakan tindakan dari kepolisian yang mengedepankan pendekatan secara langsung kepada masyarakat seperti imbauan dan sosialisasi.
Tindakan preemptif pada dasarnya berupa pembinaan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat seperti edukatif untuk merumuskan faktor penyebab, pendorong, dan peluang dalam konteks keamanan pilkada.
"Sedangkan, preventif merupakan upaya pencegahan melalui pengendalian dan pengawasan," katanya.
Anggota yang terlibat dalam pengamanan pilkada pun ditekankan agar mengedepankan komunikasi publik
secara persuasif untuk mendorong masyarakat supaya berpartisipasi penuh dalam menyukseskan pesta demokrasi di wilayah itu.
"Peningkatan sinergisitas dan soliditas antara seluruh personel pengamanan maupun pemangku kepentingan terkait karena hal tersebut menjadi kunci utama keberhasilan operasi," tegasnya.
Dia menambahkan, dalam Operasi Mantap Praja Musi 2024 pihaknya menyiapkan sebanyak 425 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten OKU.
"Tim gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan OKU dan instansi terkait lainnya ini disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya konflik selama Pilkada 2024 berlangsung," ujarnya.
"Pengamanan dengan sistem pendinginan ini diutamakan dalam mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang sejuk dan damai," kata Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni di Baturaja, Sabtu.
Dia menjelaskan, operasi cooling system tersebut mengutamakan dua tindakan, yakni preemptif dan preventif.
Tindakan preemptif merupakan tindakan dari kepolisian yang mengedepankan pendekatan secara langsung kepada masyarakat seperti imbauan dan sosialisasi.
Tindakan preemptif pada dasarnya berupa pembinaan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat seperti edukatif untuk merumuskan faktor penyebab, pendorong, dan peluang dalam konteks keamanan pilkada.
"Sedangkan, preventif merupakan upaya pencegahan melalui pengendalian dan pengawasan," katanya.
Anggota yang terlibat dalam pengamanan pilkada pun ditekankan agar mengedepankan komunikasi publik
secara persuasif untuk mendorong masyarakat supaya berpartisipasi penuh dalam menyukseskan pesta demokrasi di wilayah itu.
"Peningkatan sinergisitas dan soliditas antara seluruh personel pengamanan maupun pemangku kepentingan terkait karena hal tersebut menjadi kunci utama keberhasilan operasi," tegasnya.
Dia menambahkan, dalam Operasi Mantap Praja Musi 2024 pihaknya menyiapkan sebanyak 425 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten OKU.
"Tim gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan OKU dan instansi terkait lainnya ini disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya konflik selama Pilkada 2024 berlangsung," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca terik wajibkan pengendara perhatikan pendingin mesin, ini penjelasannya
05 November 2023 9:47 WIB, 2023
Dinkes Sumatera Selatan siapkan lemari khusus vaksin di 342 puskesmas
16 December 2020 16:12 WIB, 2020
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB