Palembang (ANTARA) -
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan untuk memburu pelaku pembakaran hutan dan lahan di daerah ini.
 
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Andreas di Palembang, Kamis, mengatakan sebagai organisasi pemuda yang konsen berbicara tentang permasalahan di masyarakat terus mendukung aparat kepolisian dan elemen pemerintahan dalam penanganan karhutla.
 
Ia menambahkan bahwa PMKRI telah melakukan audiensi bersama Polda Sumsel untuk menyampaikan dukungannya di Ruang Delegasi Mapolda Sumsel, Rabu (18/10).
 
"PMKRI terus mendukung aparat kepolisian dan elemen pemerintah dalam penanganan karhutla yang terjadi di beberapa titik di Sumatera Selatan. Kami paham permasalahan mengenai karhutla ini sangat riskan terjadi di tengah iklim El Nino saat ini," kata Andreas.

Ia menambahkan salah satu penyebab terjadinya karhutla lebih banyak disebabkan oleh oknum yang membuka lahan dengan membakar. Hal ini merupakan bentuk tindakan yang melanggar hukum.
 
"Penegakan hukum terhadap oknum- oknum yang melakukan pembakaran lahan perlu ditindak tegas sampai ke akarnya," katanya.
 
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo mengucapkan terima kasih atas dukungan PMKRI sebagai mahasiswa dan mitra kritis pemerintah.
 
Ia menerangkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan saat ini tercatat ada 32.000 hektare. Daerah yang paling luas terbakar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
 
Ia menambahkan Polda Sumatera Selatan bersama elemen pemerintah masih terus menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi ini.

Pewarta : M. Imam Pramana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024