Kemenhub jadikan Kota Palembang contoh transportasi massal terintegrasi
Minggu, 27 Februari 2022 23:56 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meninjauh LRT Sumsel di Palembang, Minggu (27/2/22) didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru. (ANTARA/HO)
Palembang (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menjadikan Palembang, Sumatera Selatan, sebagai percontohan sistem transportasi massal terintegrasi, karena kota itu memiliki moda terlengkap di Tanah Air.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Palembang, Minggu mengatakan langkah ini diwujudkan dengan meluncurkan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU) di Palembang.
“GNKAU sebagai salah satu wujud kebersamaan pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dan masyarakat, semua pihak harus mendukung kembali ke angkutan umum,” katanya.
Kota Palembang, kata menhub, layak menjadi percontohan karena memiliki moda transportasi darat, sungai, udara, kereta api dan Light Rail Transit (LRT) yang terintegrasi menjadi satu kesatuan dalam melayani masyarakat.
Oleh karena itu, kota ini menjadi pertama di Indonesia yang memiliki lima moda transportasi yang lengkap, khususnya untuk angkutan jalan dan kereta api.
Melalui kegiatan GNKAU ini, kata Budi, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk mengajak masyarakat kembali ke angkutan umum. Dengan begitu, penggunaan kendaraan pribadi menjadi berkurang.
Dalam kesempatan itu, Budi Karya Sumadi memberikan secara simbolis kartu berlangganan LRT Sumsel, kepada aparatur sipil negara (ASN) mahasiswa dan pelajar, berupa uang elektronik senilai Rp25.000.
“Melalui stimulus kartu berlangganan ini diharapkan pengguna LRT menjadi lebih banyak lagi,” ujarnya.
Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru menuturkan, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang telah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong penggunaan transportasi massal, di antaranya memperbarui rute angkutan kota (angkot) dan bus rapid transit (BRT) agar terintergasi dengan halte stasiun LRT.
“Kami mengharapkan masyarakat kembali menggunakan transportasi massal agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Ini saja sudah terjadi kemacetan di jam-jam sibuk,” kata dia.
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan diketahui bahwa jumlah penumpang LRT sejak Tahun 2018 hingga 2021 mengalami pergerakan yang cukup signifikan.
Pada 2018, sebanyak 927.432 orang, kemudian melonjak menjadi 2,6 juta (sebelum pandemi) pada 2019, lalu pada 2020 anjlok menjadi 1,1 juta orang, dan pada 2021 naik sedikit menjadi 1,5 juta orang.
Lalu, terjadinya penurunan signifikan penggunaan LRT itu, khususnya saat penerapan cashless (pembayaran nontunai) di Stasiun Ampera.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Palembang, Minggu mengatakan langkah ini diwujudkan dengan meluncurkan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU) di Palembang.
“GNKAU sebagai salah satu wujud kebersamaan pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dan masyarakat, semua pihak harus mendukung kembali ke angkutan umum,” katanya.
Kota Palembang, kata menhub, layak menjadi percontohan karena memiliki moda transportasi darat, sungai, udara, kereta api dan Light Rail Transit (LRT) yang terintegrasi menjadi satu kesatuan dalam melayani masyarakat.
Oleh karena itu, kota ini menjadi pertama di Indonesia yang memiliki lima moda transportasi yang lengkap, khususnya untuk angkutan jalan dan kereta api.
Melalui kegiatan GNKAU ini, kata Budi, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk mengajak masyarakat kembali ke angkutan umum. Dengan begitu, penggunaan kendaraan pribadi menjadi berkurang.
Dalam kesempatan itu, Budi Karya Sumadi memberikan secara simbolis kartu berlangganan LRT Sumsel, kepada aparatur sipil negara (ASN) mahasiswa dan pelajar, berupa uang elektronik senilai Rp25.000.
“Melalui stimulus kartu berlangganan ini diharapkan pengguna LRT menjadi lebih banyak lagi,” ujarnya.
Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru menuturkan, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang telah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong penggunaan transportasi massal, di antaranya memperbarui rute angkutan kota (angkot) dan bus rapid transit (BRT) agar terintergasi dengan halte stasiun LRT.
“Kami mengharapkan masyarakat kembali menggunakan transportasi massal agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Ini saja sudah terjadi kemacetan di jam-jam sibuk,” kata dia.
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan diketahui bahwa jumlah penumpang LRT sejak Tahun 2018 hingga 2021 mengalami pergerakan yang cukup signifikan.
Pada 2018, sebanyak 927.432 orang, kemudian melonjak menjadi 2,6 juta (sebelum pandemi) pada 2019, lalu pada 2020 anjlok menjadi 1,1 juta orang, dan pada 2021 naik sedikit menjadi 1,5 juta orang.
Lalu, terjadinya penurunan signifikan penggunaan LRT itu, khususnya saat penerapan cashless (pembayaran nontunai) di Stasiun Ampera.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kuota mudik gratis kapal cepat rute Jangkar-Sapudi tersedia 5.000 kursi, cek cara daftarnya
12 March 2026 11:10 WIB
Menhub siapkan penambahan penerbangan Lebaran 2026 di Sumsel, antisipasi lonjakan penumpang
26 February 2026 5:29 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi investigasi penyebab insiden pesawat ATR 42-500
20 January 2026 7:18 WIB
Korupsi LRT Palembang, mantan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub terancam hukuman pidana maksimal
16 October 2025 14:16 WIB
Kemenhub: Seluruh penumpang KM Barcelona yang selamat-meninggal sudah ditemukan
21 July 2025 10:56 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Dorong produktivitas pertanian, Pusri edukasi petani terkait pemupukan berimbang
15 April 2026 21:36 WIB
Bank Sumsel Babel hadirkan kredit serbaguna sertifikasi tingkatkan kesejahteraan guru
15 April 2026 15:05 WIB
Harga emas Pegadaian Selasa 14 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 kompak turun
14 April 2026 8:04 WIB