Logo Header Antaranews Sumsel

Dorong produktivitas pertanian, Pusri edukasi petani terkait pemupukan berimbang

Rabu, 15 April 2026 21:36 WIB
Image Print
Penyuluh dari Pusri mengedukasi petani terkait pemupukan berimbang. (ANTARA/HO/Pusri)

Palembang (ANTARA) - PT Pusri Palembang sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan edukasi pemupukan berimbang kepada petani yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional.

VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri Rustam Effendi di Palembang, Rabu, edukasi penggunaan pupuk ini sangat penting karena bukan saja terkait peningkatan produktivitas pertanian tapi juga upaya untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

"Pemupukan berimbang menjadi kunci dalam memastikan tanaman memperoleh unsur hara sesuai kebutuhan. Salah satu solusi yang digunakan adalah pupuk NPK, yaitu pupuk majemuk yang mengandung nitrogen, phospat, dan kalium dalam komposisi seimbang," kata Rustam.

Kombinasi ketiga unsur tersebut berperan penting dalam memaksimalkan pertumbuhan tanaman secara menyeluruh, baik pada fase vegetatif maupun generatif. Nitrogen berfungsi memacu pertumbuhan daun dan batang, phospat berperan dalam merangsang perkembangan akar dan pembungaan, sementara kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama serta memperkuat batang.

Penaburan pupuk ke lahan pertanian. (ANTARA/HO/Pusri)


Ia menyampaikan edukasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan pemahaman petani terhadap penerapan penggunaan produk pertanian yang tepat.

Dalam hal ini, Pusri tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada petani agar memahami pentingnya pemupukan berimbang.

Menurutnya, dengan penggunaan pupuk yang tepat, produktivitas diharapkan meningkat dan kualitas hasil panen menjadi lebih optimal.

Perusahaan juga menghadirkan beragam produk pupuk NPK yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis tanaman dan kondisi lahan, di antaranya, NPK 15-15-15, NPK 17-6-25, hingga varian spesifik untuk komoditas kopi dan kelapa sawit menjadi solusi pemupukan yang praktis dan efisien bagi petani.

Dalam penerapannya, pemupukan NPK dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pada fase awal, yaitu sekitar 7–14 hari setelah tanam (HST), pupuk diberikan untuk merangsang pertumbuhan akar. Selanjutnya pada fase 25–30 HST, pemupukan lanjutan dilakukan untuk mendukung pertumbuhan generatif seperti pembentukan bunga dan buah.

Melalui edukasi yang berkelanjutan dan penyediaan produk berkualitas ini Pusri optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.(***)



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026