Logo Header Antaranews Sumsel

Ekspor CPO Sumatera Barat melalui Pelabuhan Teluk Bayur capai 3,1 juta ton

Kamis, 16 April 2026 08:53 WIB
Image Print
Petugas berkoordinasi di area PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP nonpetikemas) cabang Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Padang (ANTARA) - Minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih menjadi komoditas unggulan ekspor asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikirim ke sejumlah negara Asia Selatan lewat PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP nonpetikemas) cabang Teluk Bayur, Kota Padang.

"Pada 2025 tercatat CPO yang diekspor lewat PTP nonpetikemas cabang Teluk Bayur mencapai 3.151.458 ton," kata Branch Manager PTP nonpetikemas cabang Teluk Bayur Fauzi di Kota Padang, Kamis.

Selain minyak kelapa sawit mentah, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero tersebut juga mencatat sembilan komoditas unggulan yang diekspor ke sejumlah negara, serta untuk melayani kebutuhan dalam negeri lewat pelabuhan setempat.

Komoditas tersebut yakni cangkang dengan total ekspor 576.290 ton dimana negara tujuan utama Korea dan Jepang. Kemudian bungkil inti sawit atau palm kernel expeller sebesar 238.360 ton, batu bara 202.210 ton, pupuk bag 184.988 ton.

Selanjutnya, kata dia, PTP nonpetikemas Pelabuhan Teluk Bayur juga mengekspor gipsum dengan bobot mencapai 165.745 ton, kedelai 163.191 ton, jagung 139.124 ton, limbah padat atau copper slag sebanyak 99.064 ton, dan 82.115 ton pupuk curah.

Secara umum Fauzi menjelaskan pelabuhan nonpetikemas tersebut melayani berbagai macam komoditas dalam kemasan curah cair, curah kering, bag cargo, dan general cargo. Untuk bag cargo, komoditas yang dilayani berupa semen in bag dan pupuk in bag. Selain itu, juga terdapat pelayanan komoditas general cargo berupa karet dan project cargo.

Tambahan informasi, merujuk data Badan Pusat Statistik Sumbar, nilai ekspor provinsi setempat pada Januari–Februari 2026 sebesar Rp10,4 triliun. Nilai itu naik 42,94 persen jika dibandingkan periode yang sama 2025.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026