
Pemprov Sumsel targetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2027

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai hingga 7 persen pada 2027.
Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Sumsel Dody Eko Prasetyo usai kegiatan Musrenbang 2027 di Palembang, Selasa, mengatakan target pertumbuhan ekonomi tersebut pada kisaran 6,1 hingga 7 persen, sejalan dengan percepatan pembangunan dan pemerataan di seluruh wilayah Sumsel.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi forum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan agenda nasional, sekaligus memastikan keterpaduan pembangunan antar kabupaten dan kota.
Tema pembangunan Sumsel tahun 2027 difokuskan pada percepatan pertumbuhan dan pemerataan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul, kemudahan investasi dan industrialisasi, serta dukungan infrastruktur yang andal.
“Arah pembangunan tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan hasil pembangunan serta transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Dody Eko Prasetyo
Selain itu, pemerintah provinsi juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga kisaran 3,45 sampai 3,54 persen pada 2027. Sedangkan, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 8,4 hingga 9,24 persen.
Lalu, rasio gini ditargetkan berada pada kisaran 0,295 hingga 0,305 poin, sedangkan indeks modal manusia diharapkan mencapai 0,56 hingga 0,57 poin.
Tema pembangunan tersebut dijabarkan ke dalam tujuh prioritas utama, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, penguatan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal, serta peningkatan ketangguhan daerah melalui ketahanan pangan, energi, dan air.
Selain itu, penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru, pemerataan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar yang ramah lingkungan, perluasan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, serta penguatan perlindungan sosial juga menjadi fokus.
Pemerintah provinsi juga menekankan peningkatan tata kelola pemerintahan serta penguatan kehidupan beragama, seni, dan budaya masyarakat sebagai bagian dari pembangunan yang menyeluruh.
Dody berharap melalui Musrenbang tersebut dapat dihasilkan kesepakatan pembangunan yang berkualitas, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara nyata.
“Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota,” kata dia.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
