Abe: Jepang dan AS tidak bisa berdiam diri jika China serang Taiwan
Rabu, 1 Desember 2021 15:37 WIB
Mantan PM Jepang Shinzo Abe menghadiri peringatan 76 tahun berakhirnya Perang Dunia kedua di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/foc.
Taipei (ANTARA) - Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat tidak dapat berdiam diri jika China menyerang Taiwan, dan Beijing perlu memahami hal ini, kata mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Rabu.
Ketegangan terkait Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkat ketika Presiden Xi Jinping berusaha untuk menegaskan klaim kedaulatan negaranya terhadap pulau itu. Pihak Taiwan mengatakan menginginkan perdamaian, tetapi akan membela diri jika diperlukan.
Saat berbicara secara virtual kepada sebuah forum yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Taiwan, Institut Penelitian Kebijakan Nasional, Abe mengatakan bahwa pulau Senkaku, pulau Sakishima dan pulau Yonaguni hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Taiwan.
Pulau Senkaku diklaim dan disebut oleh China sebagai Kepulauan Diaoyu.
Invasi bersenjata ke Taiwan akan menjadi bahaya besar bagi Jepang, kata Abe.
"Keadaan darurat Taiwan adalah keadaan darurat Jepang, dan oleh karena itu keadaan darurat bagi aliansi Jepang-AS. Orang-orang di Beijing, khususnya Presiden Xi, seharusnya tidak pernah salah paham dalam mengetahui hal ini," ujar Abe.
Abe, yang mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri Jepang pada 2020, adalah kepala faksi terbesar Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang, dan Abe tetap berpengaruh di dalam partai itu.
Abe mengatakan bahwa Jepang dan Taiwan harus bekerja sama untuk melindungi kebebasan dan demokrasi. Dia berbicara kepada khalayak yang termasuk Cheng Wen-tsan, yakni walikota Taoyuan di Taiwan utara, yang diperkirakan sebagai calon pemimpin pulau itu di masa depan.
"Taiwan yang lebih kuat, Taiwan yang berkembang, dan Taiwan yang menjamin kebebasan dan hak asasi manusia juga menjadi kepentingan Jepang. Tentu saja, ini juga untuk kepentingan seluruh dunia," kata Abe.
Jepang adalah tuan rumah bagi pangkalan militer utama AS, termasuk di pulau selatan Okinawa, yang berjarak penerbangan singkat dari Taiwan. Hal itu akan sangat penting untuk pemberian dukungan dari AS bila terjadi serangan ke Taiwan oleh China.
Amerika Serikat terikat oleh mandat hukumnya untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri. Namun, ada ambiguitas mengenai kemungkinan AS akan mengirim pasukan untuk membantu Taiwan dalam perang dengan China.
Amerika Serikat dan sekutunya akan mengambil "tindakan" yang belum ditentukan jika China menggunakan kekuatan untuk mengubah status quo atas Taiwan, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada November.
Sumber: Reuters
Ketegangan terkait Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkat ketika Presiden Xi Jinping berusaha untuk menegaskan klaim kedaulatan negaranya terhadap pulau itu. Pihak Taiwan mengatakan menginginkan perdamaian, tetapi akan membela diri jika diperlukan.
Saat berbicara secara virtual kepada sebuah forum yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Taiwan, Institut Penelitian Kebijakan Nasional, Abe mengatakan bahwa pulau Senkaku, pulau Sakishima dan pulau Yonaguni hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Taiwan.
Pulau Senkaku diklaim dan disebut oleh China sebagai Kepulauan Diaoyu.
Invasi bersenjata ke Taiwan akan menjadi bahaya besar bagi Jepang, kata Abe.
"Keadaan darurat Taiwan adalah keadaan darurat Jepang, dan oleh karena itu keadaan darurat bagi aliansi Jepang-AS. Orang-orang di Beijing, khususnya Presiden Xi, seharusnya tidak pernah salah paham dalam mengetahui hal ini," ujar Abe.
Abe, yang mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri Jepang pada 2020, adalah kepala faksi terbesar Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang, dan Abe tetap berpengaruh di dalam partai itu.
Abe mengatakan bahwa Jepang dan Taiwan harus bekerja sama untuk melindungi kebebasan dan demokrasi. Dia berbicara kepada khalayak yang termasuk Cheng Wen-tsan, yakni walikota Taoyuan di Taiwan utara, yang diperkirakan sebagai calon pemimpin pulau itu di masa depan.
"Taiwan yang lebih kuat, Taiwan yang berkembang, dan Taiwan yang menjamin kebebasan dan hak asasi manusia juga menjadi kepentingan Jepang. Tentu saja, ini juga untuk kepentingan seluruh dunia," kata Abe.
Jepang adalah tuan rumah bagi pangkalan militer utama AS, termasuk di pulau selatan Okinawa, yang berjarak penerbangan singkat dari Taiwan. Hal itu akan sangat penting untuk pemberian dukungan dari AS bila terjadi serangan ke Taiwan oleh China.
Amerika Serikat terikat oleh mandat hukumnya untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri. Namun, ada ambiguitas mengenai kemungkinan AS akan mengirim pasukan untuk membantu Taiwan dalam perang dengan China.
Amerika Serikat dan sekutunya akan mengambil "tindakan" yang belum ditentukan jika China menggunakan kekuatan untuk mengubah status quo atas Taiwan, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada November.
Sumber: Reuters
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dubes RI: Kritik atas pemakaman kenegaraan PM Abe dalam koridor demokrasi
26 September 2022 21:43 WIB, 2022
Ibu tersangka pembunuhan mantan PM Jepang Shinzo Abe anggota Gereja Unifikasi
11 July 2022 14:27 WIB, 2022
Warga Jepang berdoa untuk Shinzo Abe yang tewas ditembak saat berkampanye
09 July 2022 23:48 WIB, 2022
Obituari - Sang reformis ekonomi Jepang, Shinzo Abe telah tiada akan selalu dikenang
09 July 2022 2:16 WIB, 2022
Mantan PM Jepang Shinzo Abe meninggal dunia setelah ditembak saat berkampanye
09 July 2022 0:35 WIB, 2022
Tersangka penembak mantan Perdana Menteri Abe bekas anggota Pasukan Bela Diri Jepang
08 July 2022 15:47 WIB, 2022