Logo Header Antaranews Sumsel

Polres OKU bantu kesiapan perusahaan perkebunan hadapi karhutla

Kamis, 14 Mei 2026 08:12 WIB
Image Print
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono. ANTARA/Edo Purmana

Martapura (ANTARA) - Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, membantu pemerintah dalam memastikan kesiapan perusahaan perkebunan di wilayah setempat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rentan terjadi saat musim kemarau.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono di Martapura, Sumsel, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya meningkatkan pengawasan di sejumlah perusahaan perkebunan guna mewujudkan zero fire atau daerah bebas api di wilayah itu dari karhutla menghadapi musim kemarau tahun ini.

Menurutnya, kesiapan perusahaan perkebunan menjadi faktor penting dalam menekan risiko karhutla yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

“Seluruh perusahaan harus memiliki standar kesiapan yang jelas baik dari sisi personel, peralatan, maupun pola penanganan di lapangan," katanya.

Pemeriksaan dilakukan di dua perusahaan perkebunan strategis yaitu PT Campang Tiga dan PT Laju Perdana Indah (LPI) oleh personel polisi hingga malam hari.

Pemeriksaan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran, personel lapangan, hingga sistem pemantauan titik api yang digunakan perusahaan dalam mengantisipasi potensi karhutla.

Di area PT Campang Tiga, tim melakukan pengecekan terhadap 21 embung air yang disiapkan sebagai sumber pasokan utama untuk pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan.

Selain itu, menara pantau yang digunakan sebagai sarana deteksi dini hotspot juga turut diperiksa guna memastikan seluruh sistem berjalan optimal.

Sementara di PT Laju Perdana Indah, petugas mengevaluasi kesiapan 16 unit mobil pemadam kebakaran berikut personel operatornya.

Pemeriksaan juga mencakup integrasi pemantauan berbasis aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar pengawasan titik panas dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Kapolres menambahkan bahwa pengawasan yang dilakukan pihak kepolisian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan sektor perkebunan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

"Langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini dapat membantu mengurangi potensi kabut asap, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerugian ekonomi akibat kebakaran lahan berskala besar," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026