
BPBD Muara Enim siapkan motor pemadam api karhutla hadapi musim kemarau

Muara Enim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan menyiapkan motor pemadam api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau panjang tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra saat dihubungi dari Baturaja, Minggu mengatakan bahwa menghadapi musim kemarau panjang tahun ini pihaknya telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
"Status siaga darurat karhutla diberlakukan selama 123 hari terhitung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026," katanya.
Dia mengatakan, penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi karhutla menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada periode Juli-Agustus 2026.
Dalam penetapan status berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi karhutla, salah satunya dengan menyiapkan peralatan penanggulangan seperti motor pemadam api.
"Ada sebanyak 12 unit kendaraan roda dua dan tiga yang dimodifikasi bisa menyemprot air," katanya.
Dia mengatakan, motor penyemprot air tersebut disiapkan untuk pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Alat ini juga dapat digunakan untuk pemadaman kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk yang sulit dijangkau mobil damkar.
Dia menjelaskan, cara kerja motor jelajah pemadam api tersebut dengan menambah alat yaitu pompa keong pada mesin kendaraan.
Pompa keong yang digerakkan oleh mesin motor ini bisa menyedot air dari sungai atau mobil suplai damkar kemudian dikeluarkan atau disemprotkan untuk memadamkan api kebakaran.
"Selain motor pemadam api, kami juga telah menyiapkan peralatan penanggulangan karhutla lainnya seperti 30 unit mesin pompa, 200 rol selang, mobil rescue, dan mobil tangki air," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
