
Dinkes Palembang bentuk tim edukasi penyakit TBC

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan membentuk tim edukasi khusus untuk mempercepat penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan, di Palembang, Selasa, mengatakan langkah ini diambil sebagai respons atas masih tingginya beban kasus di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tersebut.
"Untuk awal ini sudah terbentuk menyasar di 20 kelurahan, yang khusus memiliki data TBC cukup tinggi di Palembang," ujarnya.
Ia menyebutkan, tim ini diproyeksikan mulai bergerak di lapangan pada Juni 2026. Fokus utama mereka adalah memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai deteksi dini dan kepatuhan pengobatan.
Pembentukan tim ini dilatarbelakangi oleh evaluasi capaian penanganan TBC pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinkes Palembang, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 9.245 kasus TBC ditemukan di seluruh wilayah kota.
Adapun dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen di antaranya merupakan kasus mangkir obat (drop out), yang berisiko tinggi memicu TBC resisten obat (TBC-RO).
Yudhi menjelaskan bahwa intervensi di tingkat kelurahan menjadi krusial karena rendahnya literasi kesehatan mengenai cara penularan TBC yang sering kali memicu stigma negatif di tengah masyarakat.
Tim yang dibentuk terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, kader masyarakat, dan penyuluh kesehatan.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang takut memeriksakan diri. TBC bisa disembuhkan, dan obatnya disediakan gratis di seluruh Puskesmas," tegasnya.
Langkah ini juga selaras dengan program nasional eliminasi TBC pemerintah pusat, di mana peran aktif pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan di level komunitas terkecil.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
