Logo Header Antaranews Sumsel

PMI Kota Palembang bentuk tim edukasi donor darah di tiap kecamatan

Senin, 4 Mei 2026 19:56 WIB
Image Print
Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa (kanan) saat kegiatan donor darah di Kecamatan Kalidoni Palembang, Senin (4/5/2026). ANTARA/HO-Pemkot Palembang

Palembang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) membentuk tim edukasi donor darah di 18 kecamatan di daerah setempat.

Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa di Palembang, Senin, mengatakan tugas tim tersebut memberikan edukasi kepada warga terkait dengan manfaat donor darah.

Dia menjelaskan kebutuhan darah di Kota Palembang masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Setiap hari PMI menyalurkan sekitar 150 hingga 200 kantong darah ke seluruh rumah sakit di Palembang," katanya.

Ia menambahkan kebutuhan mencapai sekitar 7.000 kantong, sedangkan PMI baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong.

Hal itu, kata dia, artinya masih terdapat kekurangan sekitar 2.000 kantong darah.

Kondisi tersebut sering menyebabkan stok darah tidak mencukupi saat permintaan meningkat, sehingga dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk rutin donor darah.

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, PMI terus melakukan sosialisasi dan akan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan sebagai perpanjangan tangan dalam mengedukasi masyarakat.

Ia menambahkan PMI Palembang juga sedang menyiapkan sistem donor darah terintegrasi dan relawan digital.

Inovasi ini untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat yang ingin donor maupun membutuhkan bantuan.

Ia menyebut meski fokus pada inovasi, akan tetapi keamanan tetap menjadi prioritas utama.

PMI Palembang secara ketat mempertahankan standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan POM dalam setiap tetes darah yang didistribusikan.

"Kami menerapkan manajemen mutu mulai dari screening hingga distribusi untuk memastikan darah yang diterima masyarakat aman dan berkualitas," katanya.

Ia juga mengharapkan kontribusi dan kepedulian generasi muda di daerah itu untuk donor darah.

"Anak muda adalah agent of change. Mereka punya energi untuk menggerakkan lingkungan sekitarnya agar lebih peduli terhadap sesama," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026