Logo Header Antaranews Sumsel

Perkumpulan Adat Bali Sumsel perkuat toleransi lewat Dharma Santi

Selasa, 31 Maret 2026 11:55 WIB
Image Print
Umat Hindu di Kota Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/PABSS

Palembang (ANTARA) - Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABSS) memperkuat persaudaraan serta memperkokoh semangat toleransi antarumat beragama melalui penyelenggaraan Perayaan Dharma Santi Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026 yang dirangkai dengan Piodalan Pura Agung Sriwijaya Palembang.

Ketua PABSS Provinsi Sumatera Selatan I Made Sutama di Palembang, Selasa, mengatakan kegiatan yang bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Kedasa ini akan dilaksanakan pada 2 April 2026 dan menjadi momentum krusial bagi umat Hindu di Sumsel untuk mempererat persaudaraan serta memperkokoh semangat toleransi antarumat beragama.

Ia menyebutkan Pura Agung Sriwijayamemiliki kedudukan strategis dalam peta spiritual Nusantara.

"Pura ini merupakan bagian dari konsep Padma Buana Nusantara sebagai pura wilayah Indonesia Bagian Barat, melengkapi Pura Agung Pitamaha di Palangka Raya sebagai titik tengah pemujaan Dewa Siwa," katanya.

Ia menambahkan, mulai tahun 2026 penyelenggaraan Piodalan dan Dharma Santi secara resmi dikelola oleh PABSS. Langkah ini mengadopsi peran lembaga adat (desa pakraman) di Bali dalam mengelola kegiatan keagamaan berbasis adat dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, PABSS juga menetapkan Ida Pedanda Putra Singarsa Manuaba sebagai Yajamana (pemimpin upacara) seumur hidup.

"Tahun ini menjadi tonggak sejarah dengan pengukuhan tata kelola berbasis lembaga adat PABSS, yang diharapkan dapat menjaga kelestarian tradisi luhur Hindu Bali di tanah Sumatera Selatan," katanya.

Semangat kebersamaan tercermin melalui sistem pengemong karya. Pada tahun 2026, tanggung jawab penyiapan sarana upacara (banten) diemban oleh umat Hindu dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Sementara itu, umat Hindu Kota Palembang berperan sebagai panitia penunjang yang memastikan kelancaran teknis di lapangan setiap tahunnya.

Acara ini dijadwalkan dihadiri oleh deretan pejabat tinggi, di antaranya Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Bupati Badung (Bali), Bupati Banyuasin, dan Bupati OKU Timur.

Selain aspek ritual, kegiatan ini membawa misi ideologis yang kuat. PABSS menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Melalui penguatan tradisi dan adat, umat Hindu di Sumsel berkomitmen untuk aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan serta menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham atau aliran organisasi transnasional yang tidak selaras dengan dasar negara.

Dharma Santi 2026 ini bukan sekadar ajang silaturahim, melainkan manifestasi nyata dari kontribusi umat Hindu dalam menjaga kebhinekaan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), katanya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026