Logo Header Antaranews Sumsel

Wujudkan identitas lokal, Ratu Dewa tata ikon Kota Palembang dengan nilai filosofis

Selasa, 3 Maret 2026 19:11 WIB
Image Print
Tangkapan layar CCTV di titik nol Bundaran Air Mancur salah satu ikon Kota Palembang, Selasa (3/3/2026). ANTARA/M Imam Pramana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menerapkan konsep filosofis yakni memiliki nilai histori serta kekuatan identitas dalam menata ikon kota.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Selasa, mengatakan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memiliki makna filosofis, nilai historis, dan kekuatan identitas lokal.

Adapun beberapa ikon kota yang menjadi rencana strategis nya seperti Jembatan dan Air Terjun Menari Kambang Iwak, penataan Taman Kambang Iwak Kecik dan kawasan Siti Khadijah, serta penataan Keramasan Park.

Selain itu, juga mencakup penataan taman dan median jalan di sejumlah koridor utama Kota Palembang, mulai dari Simpang Polda - Bandara Mas, Simpang Polda - Bundaran Air Mancur Masjid Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan Rasyid Sidiq, hingga Jalan Wahid Hasyim.

Ratu Dewa meminta seluruh rencana pembangunan disampaikan secara rinci dan komprehensif, mulai dari konsep desain, anggaran, tahapan pengerjaan, hingga dampak jangka panjang terhadap estetika dan tata ruang kota.

“Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus memiliki makna yang kuat. Ada filosofi, ada nilai sejarah, dan ada identitas Palembang di dalamnya,” tegasnya.

Menurutnya program beautifikasi bukan sekadar memperindah tampilan fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat citra Palembang sebagai kota bersejarah yang modern, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026