
Kemenhaj: Kondisi jamaah umrah Sumsel di Arab Saudi aman

Palembang (ANTARA) - Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan menyebut tidak menerima laporan perihal jamaah umrah asal provinsi itu yang tertahan di Arab Saudi imbas perang di Timur Tengah.
"Sampai saat ini tidak ada laporan jamaah umrah asal Sumsel yang tertahan di Arab Saudi. Kami tidak ada menerima laporannya," kata Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan Arkan Nurwahiddin, Rabu.
Kendati demikian ia mengimbau seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif.
Menurut dia, penundaan keberangkatan itu untuk memastikan keamanan masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah.
Sedangkan bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci, pemerintah meminta agar mereka tetap menjalin komunikasi aktif dengan kantor urusan haji di Arab Saudi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, dan pihak berwenang lainnya.
Sementara untuk keluarga jamaah yang berada di Tanah Air, dia meminta tidak panik. Pemerintah memastikan fokus penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan jamaah yang sedang beribadah.
"Bagi jamaah yang dalam waktu dekat akan kembali ke Indonesia, diminta untuk terus berkomunikasi dengan pihak travel masing-masing," katanya.
Terkait penyelenggaraan haji, Arkan menyebut bahwa proses persiapan tetap berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, belum ada dampak signifikan terhadap tahapan perencanaan dan persiapan haji.
"Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar dan tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Kita berharap situasi segera mereda," katanya.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
